Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Inspirasi

Riya dan Ikhlas

Minggu, 20 Juli 2014

AL-JUNAID berkata, "Ikhlas merupakan rahasia antara hamba dan Allah Ta'ala. Keikhlasan tidak diketahui oleh malaikat, sehingga dia menuliskannya, juga tidak diketahui oleh setan, sehingga dia merusak keikhlasan itu."

AL-Fudlail berkata, "Meninggalkan suatu amal karena manusia merupakan riya. Melakukan suatu amal karena manusia merupakan syirik. Ikhlas berarti melepaskan diri dari keduanya: riya dan syirik."

Seorang ahli hikmah berkata, "Orang yang melakukan ketaatan karena riya dan sum'ah seperti seseorang yang pergi ke pasar, sedang kantongnya penuh dengan pasir. Orang-orang berkomentar, 'Alangkah penuhnya kantong si Fulan.' Dia tidak memperoleh manfaat apa pun kecuali pujian orang."

Dalam sebuah atsar dikatakan, "Kerjakanlah aneka amalmu hanya untuk Allah Ta'ala, sebab Allah Ta'ala tidak menerima kecuali amal yang hanya diperuntukkan bagi-Nya. Janganlah kamu mengatakan, 'Amal ini untuk Allah dan untuk kerabat.' Amal demikian bukan untuk Allah Ta'ala sedikit pun."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya