Selasa, 2 Juni 2026
Artikel Opini
Inspirasi

Kemuliaan Akhlak Cicit Rasulullah

Senin, 28 Juli 2014

SESEORANG menceritakan Zainal Abidin (Ali bin a--Husein) dengan berdusta. Sehubungan dengan itu Zainal Abidin berkata kepadanya, "Jika aku seperti yang kamu katakan, maka aku memohon ampun kepada Allah. Jika aku tidak seperti yang kamu katakan, maka mudah-mudahan Allah mengampunimu."

Laki-laki itu menghampirinya seraya mencium kepala Zainal Abidin sambil berkata, "Aku jadikan diriku sebagai tebusanmu. Engkau tidaklah seperti yang aku katakan. Naafkanlah aku."

Zainal Abidin berkata, "Allah Mahatahu kepada siapa Dia memberikan risalah-Nya."

Pada suatu hari Zainal Abidin keluar dari masjid. Tiba-tiba seseorang menghampirinya dan mencacinya. Perlakuannya itu membuat orang-orang yang ada di sana naik pitam. Zainal Abidin berkata kepada mereka, "Jangan, serahkan urusan orang ini kepadaku."

Zainal Abidin menghampirinya seraya berkata, "Alangkah banyaknya persoalan kami yang diketahui orang lain. Apa yang dapat aku bantu?"

Orang itu menjadi malu. Zainal Abidin menyuruh pelayannya memberikan uang seribu dirham kepada si pencaci. Maka orang itu berkata, "Aku bersaksi bahwa engkau benar-benar cicit Rasulullah."* Abu Ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya