Tempe Masuk Daftar Makanan Sehat Dunia
BAGI orang Indonesia, tempe nyaris menjadi makanan wajib yang harus terhidang di meja makan. Rasanya, tak ada orang Indonesia yang tak mengenal tempe. Saking akrabnya dengan tempe, banyak orang Indonesia yang sedang merantau di luar negeri, minta dikirimi tempe dari Indonesia untuk sekadar mengobati kangen.
Tempe yang terbuat dari lacing kedelai ini, tak hanya menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia saja. Saat ini, tempe sudah mendunia, banyak masyarakat di negara-negara di luar Indonesia, yang mulai mengonsumsi tempe.
Bahkan, di Amerika Serikat saat ini tempe sedang menjadi makanan yang sangat populer. Kepopuleran tempe tak lepas dari peran Keti Gans, RD, penulis buku “The Small Changet of Diet”. Buku ini telah menjadi bestseller di Amerika Serikat.
Gans salam bukunya memasukkan tempe sebagai salah satu dari 10 bahan makanan tersehat yang dapat digunakan untuk diet. Alasannya, karena kandungan gizi yang terdapat dalam tempe, hampir sama dengan tahu karena keduanya terbuat dari kacang kedelai.
"Tempe merupakan pilihan yang tepat bagi orang yang ingin diet daging. Protein dalam kandungan tempe hampir sama dengan ayam," tulis Garns dalam bukunya seperti dikutip dari Liputan6.com.
Entah karena terpengaruh oleh buku Gans, saat ini sejumlah supermarket di Amerika Serikat mulai menjual tempe. Sebelumnya tempe sudah dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarat Asia yang memang sudah mengenal tempe dalam kulinernya. Namun saat itu jumlahnya sangat terbatas.
Orang-orang Amerika mengonsumsi tempe tidak dengan cara digoreng, karena mereka benar-benar ingin menikmati tempe sebagai makanan sehat. Mereka mengonsumsinya dengan cara dikukus atau dicampurkan dalam salad. Benar-benar sehat, karena mereka tidak menggunakan minyak goreng, sehingga mereka memperoleh manfaat tempe secara maksimal. * Uma – kisuta.com


