Daisy, Anjing Pintar yang Bisa Mengendus Kanker
ANJING dikenal sebagai hewan yang mempunyai daya penciuman yang kuat. Karena kelebihannya ini, anjing digunakan oleh kepolisian untuk membantu mengungkap kasus kriminal. Anjing-anjing terlatih mampu mencium jejak pelaku kriminal, termasuk mencium keberadaan narkoba.
Daisy, adalah salah satu anjing yang mempunyai penciuman kuat. Namun, penciuman yang dimiliki Daisy terbilang menarik, karena tidak terakit dengan hal-hal berbau kriminal. Penciuman Daisy justru berkaitan dengan medis. Ya, dengan penciumannya, Daisyn mampu mendeteksi penyakit kanker yang diderita seseorang.
Kemampuan Daisy ini ditemukan oleh pemiliknya, yaitu Dr. Claire Guest yang tinggal di Inggris. Claire yang berprofesi sebagai dokter ini, berhasil menemukan kemampuan anjing peliharaannya itu. Daisy yang merupakan anjing jenis Labrador ini, mampu mendeteksi kanker di tubuh manusia dengan mencium bau kulit, urin, dan nafas.
Dikutip dari Daily Mail, Minggu (27/7/2014), Claire mengungkapkan awal diketahuinya kemampuan istimewa Daisy. Pada suatu hari, Claire membawa anjing-anjing peliharaannya ke taman, seperti kebiasaannya selama ini. Saat dikeluarkan dari mobil, anjing-anjing itu berlarian menuju taman. Berbeda dengan Daisy, anjing ini justru menubruk Claire sambil mengendus bagian dada Claire berulang-ulang.
"Dia menubruk saya dengan keras, sampai dada saya memar. Perilakunya malam itu sangat berbeda, biasanya ia langsung berlari bersama teman-teman anjing lain tapi tidak dengan malam itu," tutur Claire.
Claire merasa aneh dengan perilaku Daisy, karena anjing itu mengendus payudaranya yang terasa sakit. Claire memang berencana memeriksakan benjolan di sekitar payudaranya itu.
Betapa terkejutnya Claire ketika diperiksa, hasil tes mamogram diketahui bahwa benjolan itu kista yang tidak berbahaya. Namun di dalam jaringan payudara tertangkap adanya potensi kanker. Beruntung cepat diketahui, dokter segera melakukan lumpectomy, yaitu operasi pengangkatan benjolan di payudara di mana sel kanker belum menyebar serta pengangkatan kelenjar getah bening, dan diradioterapi selama enam bulan.
"Menurut dokter, seiring berjalannya waktu benjolan ini bisa berubah menjadi kanker berbahaya yang bisa menyebar. Saya tidak menyangka anjing peliharaan menyelamatkan nyawa saya," tutur Claire.
Kemampuan Daisy pun semakin dikembangkan oleh Claire, yang juga psikolog perilaku hewan beserta rekan-rekannya dalam Medical Detection Dogs bersama 12 anjing lain. Kini, Daisy telah mencium 6.000 sample urin dan terdeteksi lebih dari 551 kasus kanker dengan akurasi 93%.
"Banyak kanker yang tidak dapat terdeteksi secara dini. Namun sel ganas menghasilkan perubahan senyawa yang mudah menguap. Senyawa ini dapat berada dalam urin. Anjing yang memiliki reseptor penciuman 300 juta sedangkan manusia hanya lima juta, mampu mengindentifikasi aroma senyawa tersebut meski dalam level serendah mungkin," jelas Claire.* Uma - kisuta.com


