Unik Menarik
Fiksimini
Serpihan Gaza
Minggu, 3 Agustus 2014
TAK terdengar lagi jerit tangis. Istri dan kedua anaknya sudah terbujur kaku berlumur darah. Dia pun beranjak. Gontai meninggalkan kepedihan itu. Tak dihiraukannya desing peluru dan dentuman menggelegar. Sejenak mematung di depan gereja separuh utuh. Tayamum dengan tanah anyir darah dan bau mesiu. Beringsut masuk. Lalu shalat di bawah tatapan ikon Yesus. "Ya Allah..."*
das - kisuta.com
BAGIKAN
BERI KOMENTAR
Terkini


