Anak Petani Miskin Ini Menjadi Miliarder Terkaya Dunia
SALAH satu miliader terkaya dunia, Glen Taylor mempunyai pengalaman hidup yang sangat keras saat masih kecil. Lahir sebagai anak peternak dari keluarga yang sangat sederhana, membuat kehidupan Taylor kecil jauh dari kemewahan.
Kehidupan yang serba pas-pasan semasa kecil hingga remaja, justru membuat Taylor semangat dan gigih dalam memperjuangkan hidupnya, sehingga bisa menjadi lebih baik, hingga akhirnya tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia.
Taylor yang sekarang berusia 73 tahun, telah menjadi orang sukses. Di usia tuanya, Taylor telah menjadi bos di berbagai industri, termasuk peternakan.
Diberitakan Insurance News, Selasa (1/7/2014), Taylor hidup bersama keluarganya di lahan seluas 150 hektare. Di lahan ini, ayah dan ibunya mengusahakan peternakan dan pertanian.
Semasa kecil, Taylor membantu orangtuanya menanam jagung, kedelai, dan gandum. Tak hanya itu, Taylor juga ikut memelihara ternak seperti ayam, babi, dan sapi perah.
Taylor menuturkan bahwa kehidupan keluarganya sangat sederhana. Mereka benar-benar hidup dari hasil peternakan dan pertanian. Seperti untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka seperti untuk keperluan rumah, serta kebutuhan makan dan minum.
"Kami mengumpulkan telur lalu menjualnya di hari Sabtu. Saat tukang susu datang mengambil susu sapi yang telah diperah, saya mendapatkan penghasilan tambahan," kenangnya tentang masa kecilnya.
Saat berusia 16 tahun, Taylor telah menikah dengan kekasihnya. Meskipun menikah, namun Taylor tetap melanjutkan sekolahnya. Lulus SMA, Taylor melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Cita-citanya ingin menjadi guru, seperti salah seorang kakaknya.
Sayangnya cita-cita Taylor tak terkabul, pada tahun 60-an, ia diterima kerja sebagai pengurus keuangan di Carlson Wedding Service. Taylor bahkan membeli perusahaan itu ketika pemiliknya meninggal dunia pada tahun 1975.
Perusahaan yang kemudian diganti namanya menjadi Taylor Corp. dan bergerak di bidang pemasaran, pengemasan, dan percetakan komersial itu, menjadi cikal bakal keberhasilannya. Kejelian dan ketekunannya dalam merintis bisnis, membawanya menjadi pengusaha yang berhasil dengan total kekayaannya saat ini mencapai US$ 1,8 miliar atau setara Rp 21,37 triliun.
Meskipun telah menjadi konglomerat, pria tersebut tetap rendah hati. Dia bahkan tetap menanam sayuran atau mengurus hewan di sela waktu luangnya. Tak ingin melupakan masa kecilnya, Taylor membeli lahan peternakan di Iowa dan Minnesota.
Hingga saat ini, dia lebih memilih mengurus peternakannya dibandingkan duduk di kantor dan mengikuti serangkaian rapat penting. Menurutnya, berada di pertanian justru bisa membuatnya menemukan ide-ide baru. Dan yang terpenting, ia tidak terikat dengan rapat dan pertemuan-pertemuan bisnis.* Uma - kisuta.com


