Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Anak Singa Ini Tuntun Penjaga Hutan, Tunjukkan Bangkai Induknya

Kamis, 14 Agustus 2014

SUNGGUH mengharukan. Anak singa yang ditinggal mati induknya, berusaha mencari pertolongan. Ia mendekati penjaga hutan suaka alam itu, lalu menuntunnya menunjukkan bangkai induknya.

Dikabarkan BBC Indonesia, seorang jagawana atau penjaga hutan yang melihat anak singa itu sembunyi di semak-semak, mengikutinya dan menemukan bangkai sang induk si sebuah bukit, di suaka alam Gir, Gujarat, India. Anak singa itu lalu menjaga sang induk sampai penjaga kembali bersama polisi dan pejabat suaka, untuk mengangkut bangkai itu.

Pemeriksaan menunjukkan, singa betina itu mati karena berkelahi dengan binatang lain, kemungkinan besar sekawanan banteng. Singa berusia sekitar 11 tahun itu mengalami patah tulang iga, luka dalam, dan mati kehabisan darah.

Menurut Anshuman Sharma, pejabat lembaga pelestarian hutan di Gir, India, perilaku anak singa itu tergolong "langka" dan "sangat tak lazim" --yang tak pernah ia lihat selama bertahun-tahun dirinya mengamati singa. Kawasan Gir di Gujarat merupakan habitat singa Asia, dan menurut sensus 2010, terdapat 411 ekor singa di suaka alam itu.

"Di Sabtu (9/8) siang itu saya berpatroli di daerah Tulsi-Shyam di suaka itu, ketika saya melihat seekor anak singa bersembunyi di semak-semak," kata polisi jagawana Rana Mori kepada BBC.

Anak singa sekecil itu tak pernah sendirian, mereka selalu didampingi induknya, kata Rana Mori. Makanya ia mencari induknya.

"Saya kuntit anak singa itu, yang menuntun saya ke bangkai induknya yang terbaring di sebuah bukit. Induk singa itu bernama Rupa (Si Cantik). Kelihatannya seakan dia sedang tidur, namun tatkala ternayata tak juga bergerak, lalu saya colek-colek dengan tongkat. Tahulah saya bahwa dia sudah mati," kata Mori.

Rana Mori turun untuk meminta bantuan polisi dan petugas hutan guna mengangkut bangkainya. Dan ketika mereka kembali, anak singa itu masih duduk di sana.

Menurut Anshuman Sharma, singa memiliki perilaku sosial yang berbeda. "Mereka tak seperti anjing, tidak akan mengulurkan kaki atau menggoyangkan ekor, tapi kami yakin bahwa mereka mengenali penjaga yang mereka lihat dari hari ke hari." Ia menyebut pula, anak singa sangat bergantung pada induknya untuk bertahan hidup hingga umur dua setengah hingga tiga tahun.

Adapun anak singa yang malang itu, kini berada dalam pemantauan seksama para petugas suaka. "Induknya, Rupa, tampaknya seekor singa penyendiri, yang hidup dan berburu sendirian. Namun sekarang, setelah dia pergi, kami yakin anaknya akan bergabung dengan kelompok singa lain, atau dirawat oleh singa betina lain," tutur Sharma lagi.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya