Inilah Beberapa Penyakit yang Muncul Akibat Ketergantungan terhadap Gadget
HARUS diakui, kehadiran gadget dalam kehidupan manusia, telah menghadirkan kemudahan. Namun, evolusi gadget yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, ternyata juga memunculkan dampak negatif.
Salah satu dampak negatif dari kecanggihan teknologi yang dibawa gadget adalah, sikap ketergantungan terhadap gadget. Tidak sedikit orang yang merasa amat bergantung terhadap gadget dan sama sekali tidak dapat dijauhkan dari teknologi satu ini.
Apabila Anda sudah merasakan ketergantungan terhadap gadget demikian besar, sebaiknya mulai berhati-hati dan mulai mengevaluasi penggunaan gadget dalam kehidupan Anda. Mengapa? Karena ketergantungan terhadap gadget bisa memunculkan beberapa penyakit. Berikut beberapa penyakit yang muncul akibat ketergantungan terhadap gadget.
Insomnia. Ketergantungan terhadap gadget bisa memicu munculnya insomnia yang mempunyai risiko tinggi terjadinya penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi, sampai kematian. Ketergantungan terhadap gadget membuat penggunanya tidak mengenal waktu. Hanya untuk sekadar memeriksa pesan yang masuk, mereka rela bangun tengah malam. Padahal kehiasaan itu tanpa disadari telah menganggu siklus tidur Anda. Selain itu, cahaya terang yang terpancar dari gadget atau smartphone, dapat menekan pelepasan hormon yang berfungsi proses tidur, yakni hormon melantonin yang diprosuksi tubuh ketika keadaan gelap atau tanpa cahaya. Cahaya yang terpancar tersebut akan menjaga pikiran Anda untuk memasuki default mode network atau kondisi setengah sadar.
Insomnia akibat penggunaan gadget yang berlebihan bisa dicegah, caranya dengan menghentikan penggunaan gadget selama kurang lebih 2 jam sebelum menjelang tidur untuk mengurangi efek keluarnya cahaya yang dapat menekan produksi hormon melantonin.
Nomophobia. Nomophobia atau kepanjangan dari 'no-mobile-phone-phobia merupakan keadaan saat tubuh merasakan cemas berlebih apabila dipisahkan dari sesuatu. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 66% orang yang kecanduan gadget mengalami phobia yang satu ini. Tanda dan gejala yang nampak pada si penderita berupa perasaan cemas, berkeringat, gemetar dan was-as ketika dipisahkan dari gadgetnya.
Scrotal Hyperthermia. Bagi Anda yang sering mengoperasikan laptop di atas paha, harus mewaspadai kebiasaan ini. Menaruh laptop di atas paha, mampu meningkatkan suhu di sekitarnya menjadi enam kali lebih tinggi. Sementara untuk para pria, kondisi seperti ini akan membuat organ vitalnya menjadi lebih hangat dan membuat produksi sperma menjadi menurun.
Texting Thumb (Tendinitis). Kondisi ini biasanya terjadi akibat penggunaan jari dan tangan pada gadget dalam waktu lama atau jangka panjang. Kebiasaan ini dapat melukai tandon, saraf dan otot-otot. Umumnya cedera di bagian jempol ini disebut dengan Blackberry Thumb, sementara cedera pada tangan disebut dengan iPad Hand. Selain itu, jenis cedera yang lebih parah yang mungkin dialami adalah mati rasa, kerusakan otot, nyeri, serta memerlukan pembedahan untuk pengobatan.
Setelah Anda mengatahui dampak negatif dari penggunaan gadget berlebihan, sebaiknya mulai sekarang melakukan evaluasi. Batasi penggunaan gadget untuk hal-hal yang bersifat penting. Janganlah kebiasaan Anda justru mengancam kesehatan, karena untuk menjadi sehat itu mahal.* Uma/berbagai sumber - kisuta.com


