Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Penjaga Kamar Mayat Ini 16 Tahun "Perkosa" 100 Mayat Wanita

Selasa, 19 Agustus 2014

BENAR-BENAR bejat aksi penjaga kamar mayat ini. Betapa tidak, ia mengaku telah menyetubuhi sedikitnya 100 mayat perempuan yang disimpan di kamar mayat di sebuah tempat penyimpanan mayat di Kota Hamilton, Ohio, Amerika Serikat.

Penjaga kamar mayat bernama Kenneth Hamilton ini, sekarang sedang menjalani persidangan banding akibat perbuatan menyimpangnya itu. Uniknya, kelakuan bejat Kenneth dilaporkan oleh istrinya, Pat yang curiga dengan perilaku suaminya setiap dijemput usai menjalani kerja giliran malam hari. Namun Pat tidak menyangka bahwa suaminya melakukan hubungan seksual dengan mayat-mayat perempuan di ruang kerjanya.

Tidak tanggung-tangguh, kelakuan amoral Kenneth berlangsung cukup lama, sejak tahun 1976 hingga tahun 1992. Seperti kecurigaan istrinya, Kenneth mengakui bahwa ia melakukannya saat mendapat giliran kerja malam hari.

Meskipun tak bisa berkelit dari kelakuan bejatnya itu, namun Kenneth membela diri bahwa perbuatannya berada di bawah pengaruh minuman keras. Saat tidak mengonsumsi minuman keras saat berangkat kerja, maka tidak ada “perkosaan” terhadap mayat-mayat perempuan yang seharusnya dijaganya.

Sebenarnya sang istri sudah pernah menyampaikan kecurigaannya kepada atasan suaminya di Hamilton County. Sayangnya laporan itu diabaikan tanpa ada penyelidikan.

Kasus “pemerkosaan” mayat itu terungkap, setelah pada tahun 2008 Kenneth divonis dengan hukuman penjara selama tiga tahun. Hukuman itu dijatuhkan karena berdasarkan pemeriksaan DNA, dipastikan bahwa spermanya berada di dalam jasad Karen Range (19). Kenneth tak bisa mengelak karena David Steffen, pembunuh sang gadis mengaku tidak memerkosa, hanya membunuh saja.

Satu tahun pascakeluar dari penjara, teparnya tahun 2012, Kenneth kembali membuat pengakuan bersalah bahwa dirinya telah “memperkosa” Chalene Appling (23), perempuan yang tewas dicekik saat hamil enam bulan. Kenneth juga mengaku menyetubuhi jasad perempuan lainnya bernama April Hicks. Pengakuan tersebut menggiring Kenneth kembali diadili dan dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun.

Tak berhenti sampai di situ, keluarga dari mayat-mayat yang pernah disimpan di tempat Kenneth bekerja mengajukan gugatan kepada Pemerintah Hamilton County. Pemerintah dianggap lalai dan membiarkan perbuatan amoral Kenneth hingga berlangsung sampai 16 tahun.

"Pemerintah setempat mendapatkan banyak peringatan bahwa Kenneth Douglas bekerja di bawah pengaruh alkohol dan narkotika. Jika dia diberhentikan, maka peristiwa ini tak mungkin terjadi," ujar Al Gerhardstein, kuasa hukum salah satu keluarga korban Kenneth.* Uma/berbagai sumber - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya