Balaji, Bocah Berekor "Titisan" Dewa Kera Hanoman
GARA-GARA mempunyai ekor, seorang bocah di India dipuja dan disembah layaknya dewa. Bocah bernama Arshid Ali Khan itu dianggap sebagai titisan Hanoman, dewa kera yang dihormati umat Hindu di India.
Arshid yang berusia 13 tahun, mempunyai ekor sepanjang hampir 18 sentimeter. "Ekor ini diberikan Tuhan kepada saya. Saya dipuja karena saya berdoa kepada Tuhan dan keinginan orang-orang menjadi kenyataan. Saya merasa biasa saja dengan ekor ini," kata bocah yang biasa dipanggil Balaji seperti dilansir Mirror, Selasa (19/8/2014).
Sejak ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi, Arshid tinggal bersama kakeknya, Iqbal Qureshi dan dua pamannya. Karena banyak warga yang mengunjungi cucunya untuk meminta berkah, sang kakek mengubah kediamannya menjadi kuil sederhana . Biasanya orang-orang datang berdoa dan menyentuh ekor Arshid agar doa-doanya terkabul.
"Banyak orang yang permohonannya menjadi kenyataan setelah mengunjungi Balaji. Terkadang ada pasangan yang menginginkan anak yang mendatangi Balaji untuk meminta tolong. Dia memberkati mereka dan tak jarang keinginan mereka terwujud," ungkap Iqbal.
Arshid menerima kunjungan orang-orang yang memujanya pada hari Minggu saja. "Di hari biasa saya pergi bersekolah, saat sekolah libur pada hari Minggu, sekitar 20-30 orang datang untuk mengunjungi saya di rumah," kata Arshid yang berusaha keras untuk menyeimbangkan waktunya bersekolah dan bermain bersama teman-temannya dengan waktu melayani para pengunjungnya.
Iqbal menceritakan, Arshid sudah memiliki kelebihan sejak kecil. Menurut pria yang sehari-hari mengajar musik ini, saat berusia satu tahun Arshid mulai bisa berbicara. Kata-kata pertama yang diucapkannya adalah, nama-nama Tuhan yang diyakini semua agama di dunia.
Ketika itu, Iqbal mulai menyadari bahwa cucunya mempunyai anugrah di dalam dirinya. Apalagi, Arshid mempunyai ekor di belakang tubuhnya, yang membuat dirinya diyakini merupakan titisan Dewa Kera “Hanoman”.
Terlepas dari keyakinan orang bahwa dirinya seorang titisan dewa, Arshid sesungguhnya menderita penyakit yang tidak terdiagnosis. Karena penyakitnya itu, seumur hidupnya Arshid harus duduk di kursi roda.
Sejumlah dokter mengatakan kelumpuhan Arshid disebabkan kelainan di tulang rawannya sementara dokter yang lain menduga kelumpuhan itu disebabkan "ekor" yang mencuat dari tulang belakang bocah itu. Ekor yang dimiliki Arshid bisa dihilangkan lewat operasi, namun keluarganya lebih memilih Arshid tetap berekor daripada menjalani operasi yang berisiko.
"Tapi semuanya kembali ke tangan Balaji. Jika dia ingin ekor itu disingkirkan maka kami tak keberatan. Dia mengalami kesulitan berjalan dan kami bertanya kepada dokter apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya," tambah Iqbal.
Bagi Arshid, ia yakin walaupun ekornya disingkirkan, pemujanya tetap akan memenuhi kediamannya untuk meminta berkat. "Dokter bisa menyingkirkan ekor saya namun orang-orang tetap akan memercayai saya," katanya.* Uma - kisuta.com


