Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Takut Dipecat, Banyak Pekerja di AS tak Mengambil Jatah Cuti

Rabu, 27 Agustus 2014

DI Amerika Serikat, pekerjanya takut untuk mengambil cuti yang menjadi hak setiap pekerja. Mengapa? Dilansir Forbes, Selasa (16/8/2014), banyak pekerja di Amerika Serikat terpaksa tidak mengambil hak cuti mereka karena khawatir akan kehilangan pekerjaan.

Tindakan sebagian besar pekerja di Amerika Serikat ini tak lepas dari sikap atasan mereka, yang tidak benar-benar menyetujui cuti yang diajukan. Meskipun sedang cuti, kebanyakan atasan tetap memberikan beban pekerjaan yang harus diselesaikan stafnya.

Kalaupun mereka mengambil hak cuti, justru mereka akan menerima kondisi yang tidak nyaman saat kembali bekerja. Studi GFK Public Affairs and Communication menunjukkan banyak pegawai yang justru tak banyak diberi pekerjaan setelah mengambil cuti. Padahal, dengan mengambil waktu cuti, para pegawai dapat beristirahat dan berlibur guna memulihkan kembali semangat kerja, sehingga mereka bisa lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.

Di Amerika Serikat , pekerja tidak mempunyai proteksi hukum yang cukup. Amerika Serikat tidak mempunyai peraturan yang spesifik bagi pegawai, sehingga semua keputusan mengenai aturan dan pola kerja, tergantung kepada masing-masing atasan.

Tak adanya proteksi ini, menyebabkan nasib pekerja sangat rentan karena atasan mereka bisa saja sewaktu-waktu melakukan pemecatan.

Tak heran jika hasil survei Glassdoor menunjukkan bahwa setengah dari pegawai di Amerika Serikat tidak menggunakan kesempatan cutinya. Padahal izin cutinya sudah dikeluarkan atasan. Sementara itu, sebanyak 15 persen memilih untuk tidak mengambil cuti sama sekali dan terus bekerja.* Ati – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya