Ratu Kecantikan Myanmar Bawa Kabur Mahkota Bernilai Miliaran Rupiah
BEGINILAH jadinya jika seorang ratu kecantikan hanya cantik luarnya saja. Seperti ratu kecantikan Myanmar, May Myat Noe, yang gelarnya dicopot karena berperilaku buruk, kabur membawa mahkota mahkota ratu kecantikan senilai Rp 2,3 miliar. Bukan itu saja, Noe pun membawa hadiah operasi implan payudara gratis.
Dikabarkan the Guardian, Sabtu (30/8), May Myat Noe, juara Miss Asia Pacific World Super Talent 2014, terbang ke Korea Selatan untuk persiapan menjadi bintang K-pop. Namun, panitia penyelenggara mencopot gelarnya karena dia dinilai tidak jujur dan berperilaku buruk.
"Dia membohongi kami semua tentang banyak hal. Pemenang tahun lalu juga mengeluhkan hal yang sama. Karena dia, reputasi mereka rusak," ujar juru bicara penyelenggara David Kim di Seoul.
"Kami tak bisa mengurus dia. Kami sangat marah. Namun, kami tak ingin hubungan antara rakyat Korea dan Myanmar menjadi buruk," lanjut Kim.
Kim menambahkan, organisasinya sudah memberi uang sebesar 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 117 juta untuk operasi implan payudara demi membantunya membangun karier sebagai penyanyi.
Organisasi ini juga mempersiapkan dua album untuk May Myat Noe. Tak hanya itu, organisasi Miss Asia Pacific ini juga menyediakan koreografer dan akomodasi sebagai bagian dari rencana pelatihan dan investasi selama beberapa tahun ke depan.
Namun Noe malah memanfaatkan situasi itu. Dia malah tinggal selama tiga bulan di Seoul dan itu membuat panitia kontes menambah biaya hidup Noe. Perempuan itu juga telah ditunggu kedatangannya di Ibu Kota Rangoon namun tidak muncul di hari telah disepakati. Media Malaysia melansir, Noe sudah pulang dengan pesawat sebelum hari kesepakatan.
Penyelenggara kontes berang. Dalam situs resmi mereka foto dan nama Noe bersanding dengan kata 'dicopot gelarnya'. "Dia pembohong besar dan tak memiliki rasa hormat pada panitia dan seluruh pihak yang membuatnya menjadi juara," demikian pernyataan di situs resmi itu.
Panitia kini menuntutnya mengembalikan tiara bertahtakan permata bernilai miliaran. Kim menegaskan Noe bukan lagi ratu namun pecundang.
Sejauh ini belum ada komentar dari May Myat Noe. May diduga sudah kembali ke negara asalnya.
Setelah negeri yang dulu diperintah rezim militer itu membuka diri, banyak perempuan Myanmar mengincar kesuksesan lewat kontes-kontes kecantikan internasional.* das - kisuta.com


