Pria dengan Kepala Terbalik Ini Sukses Taklukkan Dunia
SUNGGUH prihatin jika melihat kondisi fisik pria Brasil ini. Terlahir dengan kepala terkulai ke belakang sehingga menempel di punggungnya. Alhasil pria ini harus menjalani hidupnya dengan posisi kepala yang terbalik.
Tapi kondisi fisik yang sungguh memprihatinkan itu tidak membuat pria bernama Claudio Vieira de Olieveira ini menyerah. Di tengah keterbatasannya, Claudio justru berhasil meraup sukses dalam kehidupannya.
Dikabarkan Mirror, Senin (1/9/2014), kisah hidup Claudio (37) sungguh mengharukan sekaligus mencengangkan. Claudio tak hanya terlahir dengan leher melipat ke arah punggung, kakinya juga tak sempurna demikian pula dengan kedua tangannya yang nyaris tak berfungsi. Saat baru lahir, para dokter menyarankan ibunya agar berhenti memberinya makan karena para dokter yakin peluang Claudio untuk bertahan hidup sangat tipis.
Namun, kenyataannya Claudio yang berasal dari Monte Santo, Brasil itu tak hanya berumur panjang namun bisa mengatasi segala kekurangannya. Dia bahkan menyelesaikan pendidikannya sebagai akuntan dan sukses menjadi seorang pembicara.
"Sejak saya kecil, saya selalu menyibukkan diri dengan berbagai hal. Saya tak suka bergantung pada orang lain. Saya belajar menyalakan televisi, menjawab telepon, menyalakan radio, menggunakan internet dan komputer. Semua saya lakukan sendiri," kata Claudio.
Bagaimana Claudio mengerjakan semua itu? Dia mengetik dengan menggunakan telepon yang digigit, mengoperasikan telepon dan mouse komputer menggunakan bibirnya dan menggunakan sepatu khusus yang membuatnya bisa berjalan-jalan keliling kota.
Soal masa kecil Claudio, sang ibu Maria Jose memiliki banyak kenangan, termasuk prediksi dokter yang yakin bahwa putranya itu tak berumur panjang. "Semua orang mengatakan bayi itu (Claudio) akan mati, karena saat lahir dia kesulitan bernafas. Beberapa orang bahkan mengatakan Claudio tak usah diberi makan karena dia sudah sekarat," ujar Maria Jose.
Namun, Maria Jose tak mendengarkan ucapan orang-orang itu. Keteguhan Maria terbayar ketika kini Claudio menjalani hidup penuh kesuksesan. "Kini yang saya rasakan adalah kebahagiaan. Claudio sama dengan orang lain, itulah cara saya membesarkannya di rumah ini," kata Maria.
"Kami tak pernah berusaha mengubah tubuhnya dan selalu menginginkan dia melakukan banyak hal normal seperti orang lain," lanjut Maria.
Dengan cara mendidik seperti itu, kata Maria, Claudio tumbuh dengan rasa percaya diri dan tak pernah malu dengan dirinya sendiri. "Saat berusia delapan tahun, Claudio yang awalnya selalu digendong ke mana-mana mulai berjalan dengan lututnya," kenang Maria.
Dengan bentuk tubuhnya yang tak lazim ini, Claudia bahkan tak bisa menggunakan kursi roda. Namun, dia memohon kepada ibunya agar diizinkan bersekolah dan belajar dengan anak-anak lainnya.
Belakangan, para dokter mendiagnosa kondisi Claudio sebagai congenital arthrogryposis, sebuah kondisi tubuh yang sangat langka.
"Sepanjang hidup, saya mampu beradaptasi dengan kondisi tubuh saya. Saat ini saya tak memandang diri sebagai orang biasa. Saya manusia normal. Saya tak melihat dunia secara terbalik. Inilah yang selalu saya sampaikan saat saya berbicara di hadapan publik," ujar Claudio.
"Kini semakin mudah menghadapi publik. Saya sudah tak memiliki ketakutan dan saya bisa katakan, saya profesional, pembicara publik internasional dan saya mendapat undangan untuk berbicara dari seluruh dunia," tambah Claudio bangga.* das - kisuta.com


