Tak Punya Kaki, "Gadis Bola Basket " Ini Bisa Jadi Jawara Renang
KECELAKAAN membuat kedua kakinya harus diamputasi hingga tubuhnya tersisa dari pangkal paha ke atas. Meskipun kondisinya tak sempurna, namun bukan berarti semangat hidupnya padam. Ketidaksempurnaan justru membuatnya ingin bisa menjadi seorang juara.
Itulah kisah hidup seorang gadis cantik asal China bernama Qian Hongyan. Diberitakan Kompas.com, di usianya yang ke-18, gadis tanpa kaki ini telah meraih tiga medali emas pada Yunnan Para Games 2013. Sebelumnya, dia meraih satu medali emas dan dua perak pada Kejuaraan Renang Nasional untuk para disabilitas U-19 pada 2009.
Qian harus kehilangan kedua kakinya saat berumur empat tahun. Kakinya terlindas mobil pada peristiwa kecelakaan yang terjadi pada tahun 2000, sehingga harus diamputasi.
Kehilangan kedua kaki, tidak membuat Qian menjadi bocah pendiam. Ia justru sangat aktif dan tidak bisa diam, selalu bergerak ke sana kemari. Melihat cucunya sangat aktif, sang kakek membuatkan “kaki” dari bola basket yang sudah dibelah. “Kaki” dari bola basket itu membuat Qian bebas bergerak. “Kaki” unik yang dimiliki Qian melahirkan julukan untuknya, yaitu “Gadis Bola Basket”.
Qian bukanlah bocah yang putus asa dengan kondisinya yang tidak sempurna. Di tengah kekurangannya, ia justru mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang perenang professional. Cita-cita yang nyaris mustahil bagi orang tanpa kaki seperti Qian.
Tahun 2007, Qian mulai mewujudkan impiannya dengan menjadi anggota Yunnan Youth Swimming Club. Kekurangan Qian membuat pelatihnya ragu anak didiknya bisa mewujudkan cita-citanya, karena kekuatan fisik sangat dibutuhkan oleh seorang atlet renang.
“Qian mendapat amputasi tingkat tinggi, yang jarang terjadi. Dia tidak punya kaki, ibarat perahu tanpa kemudi. Dia bisa dengan mudah kehilangan arah, yang akan memengaruhi kecepatannya di air," kata pelatihnya.
Ternyata kekhawatiran sang pelatih tak terbukti, karena Qian berhasil membuktikan diri bahwa ia bisa menjadi atlet. Bahkan, karena kecepatannya dalam meluncur, gadis kelahiran Luliang ini dijuluki sebagai torpedo.
Walaupun telah berhasil mengukir prestasi, namun Qian masih menyimpan mimpi untuk meraih medali emas di ajang olimpiade. Sungguh gadis yang sangat menginspirasi bagi mereka yang terlahir dengan kekurangan fisik. Ternyata semangat bisa mengalahkan kekurangan fisik seseorang.* Uma - kisuta.com


