Ada Lowongan Pekerjaan di Kuil Shaolin
SEBUAH kuil dan sekolah Shaolin Buddha kuno di China tengah mencari seorang pekerja yang menguasai bidang media dan promosi demi membangun reputasi mereka. Syaratnya, bisa berbahasa Inggris dan ahli di media sosial. Pelamar pada nantinya tidak akan menjadi biksu, tidak perlu ikut bela diri, atau jadi pemakan sayuran.
Dikabarkan the Guardian, Minggu (7/9/2014), iklan lowongan pekerjaan itu ditempatkan di depan sebuah kuil Shaolin berusia 1.500 tahun. Banyak orang tertarik lantaran Shaolin menjadi salah satu sejarah dan budaya populer bangsa China.
Media pemerintah China mengatakan pada Jumat (5/9) sudah ada 300 pelamar. Para pencari kerja ini termasuk pebisnis sukses, pekerja media, hingga mahasiswa baru lulus dari universitas terkemuka. Meski biksu seluruhnya lelaki namun pekerjaan ini terbuka untuk perempuan.
Langkah ini diusulkan oleh kepala biara bernama Shi Yongxin demi membuat tenar kuil itu serta menyebarkan pemikiran dan budaya Buddha. Kuil, biksu, dan kung fu sudah menjadi bisnis yang menguntungkan hingga banyak orang berpikir dan menuduh Shi melakukan komersialisasi atas kuil itu. Namun Shi membantah dan bilang dia hanya mempertahankan reputasi kuil serta mempromosikan ajaran-ajaran Buddha.
Kuil ini terletak di Provinsi Henan, Ibu Kota Beijing bagian Selatan. Shaolin menjadi simbol perlawanan para biksu atas penjajahan dan kesewenangan pemerintah. Mereka juga simbol perlawanan dan kepahlawanan bangsa China. Shaolin telah menjadi pelbagai ide mulai dari buku, film, dan sebagainya.
Sejak mengambil alih menjadi kepala biara pada 1990-an Shi mengancam menggugat perusahaan besar yang menggunakan nama kuil atau gambarnya tanpa izin. Shi telah berhasil bekerja sama dengan pelbagai pihak dan bisa membangun kuil menjadi lebih modern lengkap dengan seragam baru para biksu dan CCTV di tiap sudut kuil, bahkan toilet mewah pun ada. Salah satu menggunakan nama Shaolin yakni film Shaolin Soccer dibintangi aktor kocak China Stephen Chow.
Namun beberapa nara sumber mengatakan kerja di kuil Shaolin ini sangat sepi dan membosankan. Mungkin itu sebabnya banyak pegawai di bagian media dan promosi tidak betah menjadi pegawai di sana.* das - kisuta.com


