Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Jika Pak Polisi Cabuli Anak Tiri

Senin, 8 September 2014

ANGGOTA Sabhara Polresta Pontianak, Bripka RT (52) diduga mencabuli anak tirinya, AP (14). Meski kasus ini telah terjadi hampir setahun dan sudah dilaporkan ke polisi, namun hingga kini tak kunjung diadili di meja hijau.

Dikabarkan tribunnews.com, kasus pencabulan oknum polisi ini tak kunjung diproses di pengadilan. Padahal ibu korban, YA, sudah melapor di Polresta Pontianak, tempat suaminya bekerja. Tidak tega melihat anaknya, YA, ibu korban sekaligus istri RT terus memperjuangkan hak anaknya. YA menumpahkan kesedihannya kepada Tribun, Jumat (5/9/2014).

YA menceritakan peristiwa kelam yang menimpa anaknya. Perbuatan keji ini dilakukan RT sekitar November 2013. Awalnya ia sama sekali tak mengetahui peristiwa ini. Sang anak tak pernah bercerita. Belakangan, AP mengalami depresi berat. Ia kerap melamun dan menyendiri. Bahkan, tingkah lakunya berubah total.

YA merasa bingung sekaligus curiga atas perubahan sikap anak keduanya ini. Sekitar Desember, YA memutuskan untuk membawa anaknya ke Yogyakarta untuk perawatan. Saat itu ia juga belum mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya.

Usai menjalani perawatan di Yogyakarta, kondisi AP membaik. Ia kemudian bercerita tentang peristiwa menyayat hati yang ia alami. "Siapa yang jahatin dedek. Bapak katanya. Setelah itu, saya langsung pingsan," ujar YA menirukan perkataan anaknya.

Mendengar cerita anaknya, YA kaget bukan kepalang. Ia kemudian memeriksakan kondisi anaknya ke RS Panti Rapih, Yogyakarta. Hasil pemeriksaan juga mengejutkan. Alat vital AP membengkak. Selain itu, anus korban juga mengalami iritasi. Setelah kejadian ini, YA yang juga berdinas di institusi kepolisian Polda Kalbar memilih bercerai dengan suaminya. Namun, proses perceraian belum tuntas.

Menurut YS, ia pernah membawa anaknya pulang ke Pontianak untuk penyidikan. "Ketika ia melihat bapak tirinya yang saat itu sedang senam di Polresta, langsung bersembunyi di bawah mobil," lanjutnya.

Ia bahkan pernah menyerahkan hasil visum dari beberapa rumah sakit di Yogyakarta ke penyidik Polresta Pontianak. Tapi petugas menganggap bukti tersebut masih belum cukup.

Pada Jumat sore, YA mengaku melaporkan peristiwa ini kepada Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalbar Kombes Hari Sudianto. Kuat dugaan, AP kerap diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya saat YA tak berada di rumah.

Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Hari Sudianto membenarkan telah menerima laporan dari YA, Jumat sore. "Itu merupakan kasus yang sudah lama dilaporkan. Saat ini, kami sudah memanggil penyidik dari Polresta untuk mengkaji laporan ini yang masih terkendala pada pembuktian," jelas Kombes Hari.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya