Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Hadassah Peri

Perawat yang Jadi Sahabat, Dapat Hadiah Rp 541 Miliar dari Pasiennya

Senin, 8 September 2014

BUAH dari ketulusan dan kasih sayang yang diberikan Hadassah Peri dalam merawat pasiennya, sangatlah manis. Selama lebih dari 20 tahun merawat dan menemani hari-hari pasiennya yang bernama Huguette Clark, sang perawat mendapat hadiah sebesar 27 juta poundsterling atau sekitar Rp 541,2 miliar.

Diberitakan Mirror.co.uk, Rabu (9/7/2014), Peri tak pernah tahu jika pasien yang dirawatnya merupakan wanita terkaya di Inggris. Peri hanya menjalankan tugasnya sebagai perawat, yaitu merawat pasiennya itu. Peri baru tahu tentang jati diri sesungguhnya dari Huquette Clark, setelah wanita kaya itu meninggal dunia. Dalam surat warisnya, Huguette Clark mewariskan Rp 541,2 miliar untuk perawatnya yang baik hati ini.

Tentu saja Peri sangat kaget mendapat warisan yang sangat besar itu, apalagi ia merasa selama ini melakukan tugasnya sesuai dengan standar pelayanan seorang perawat. Memang, di samping merawat, Peri memberikan perhatian yang lebih kepada pasiennya. Peri nyaris menjadi teman setia Huguette Clark.

Selama lebih dari 20 tahun, Peri dan Huguette Clark menghabiskan waktu bersama. Setiap hari keduanya bercanda, jalan-jalan santai, menonton acara televisi hingga bermain kartu bersama. Semakin hari keduanya semakin tidak terpisahkan, sehingga hal itu yang diduga menjadi alasan Huguette Clark mewariskan harta yang cukup besar kepada teman perawatnya itu.

Peri awalnya tidak mengetahui kalau Huquette Clark merupakan seorang miliader. Tahun 1991, Huquette Clark masuk rumah sakit karena menderita kanker. Menolak pulang ke rumah, Huguette Clark memilih tinggal di rumah sakit.

Rumah sakit menugaskan Peri untuk merawat Huguette Clark. Sejak saat itu, setiap 12 jam sehari, keduanya menghabiskan waktu bersama di rumah sakit. Selama menjadi parawatnya, Peri melihat Huguette Clark sebagai wanita yang unik, jauh dari kesan wanita kaya raya. Selama sisa hidupnya Huguette Clark menghabiskan waktu di rumah sakit di New York daripada tenggelam dalam pesta pora.

Selain Peri, tak ada keluarganya yang bertemu dengan Huguette Clark. Padahal keluarganya masih hidup. Bahkan pengacaranya selama 25 tahun hanya berbicara melalui pintu tertutup dengan Huguette Clark. Nyaris hanya Peri yang ditemuinya selama sisa hidupnya. Hubungan keduanya lebih kepada persahabatan dari pada antara perawat dan pasien.

Menghargai persahabatannya dengan Peri, Huguette Clark sempat membelikan perawatnya itu, tujuh rumah dan mobil. Tak peduli Peri sangat takut mengemudikan mobil, Huguette tetap menghadiahi sahabatnya itu mobil.* Uma - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya