Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Lim Siong Guan

Presiden Perusahaan Beraset Rp 3.916 Triliun Ini Hidup Sangat Sederhana

Selasa, 16 September 2014

SOSOKNYA tidak mencolok, seperti layaknya orang-orang seusianya. Dandanannya sangat sederhana, tak ada barang-barang mewah melekat di tubuhnya. Setiap pagi, pria berusia 67 tahun ini berbaur dengan penumpang mass rapid transit (MRT).

Namun, siapa sangka kalau pria sederhana ini adalah orang penting di Singapura. Mungkin Anda masih ingat Lim Siong Guan, seorang pejabat penting di masa pemerintahan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew hingga era Goh Chok Tong? Ya, itulah pria sederhana yang sedang kita bicarakan.

Lepas dari pemerintahan yang digelutinya selama 37 tahun, Lim Siong Guan saat ini menjabat sebagai Group President perusahaan dana investasi pemerintah GIC. GIC adalah perusahaan pengelola kekayaan negara, salah satu yang terbesar di dunia. Asetnya lebih dari USD 100 miliar di lebih dari 40 negara di seluruh dunia. Pada 2008, The Economist melaporkan bahwa estimasi Morgan Stanley, aset kelolaan GIC mencapai USD 330 miliar atau sekitar Rp 3.916 triliun.

Meskipun dikenal sebagai memimpin perusahaan dengan aset megabesar, namun Lim Siong Guan merupakan sosok yang sederhana. Saking sederhananya, selama 10 tahun ia tidak pernah mengganti dompetnya. Di sakunya tersimpan dompet berwarna hitam yang dihiasi stiker yang dipasang cucu-cucunya.

Selain menggunakan MRT sebagai alat transportasinya, Lim Siong Guan juga berjalan kaki dari stasiun MRT ke kantornya. Begitu sampai di Stasiun Raffles Place, ia berjalan kaki sekitar 20 menit ke kantor GIC di Robinson Road. Sebenarnya ia bisa mendapatkan fasilitas kendaraan super mewah plus sopir pribadi. Namun ia lebih memilih berjalan kaki dengan alasan sekalian berolah raga.

Di kantornya, Lim Siong Guan dikenal sangat disiplin dalam memisahkan kepentingan pribadi dan kantor. Meskipun mempunyai sekretaris yang siap membantunya, namun pria yang hanya mempunyai mobil Volvo S60 yang kelasnya sangat jauh di bawah mobil koleganya ini, sangat jarang menyuruh seretarisnya untuk kepentingan pribadi. Ia bahkan rela mengantri kalau itu untuk kepentingan pribadi.

Sebagai seorang Group President, Lim Siong Guan sering melakukan perjalanan untuk meninjau markas GIC di berbagai negara, seperti San Fransisco, New York, London, Mumbai, Tokyo, Seoul, Beijing, dan Shanghai. Walaupun banyak fasilitas yang bisa dinikmatinya, namun ia selalu memilih fasilitas yang paling murah.

Dalam setiap perjalanan, Lim Siong Guan tidak pernah memesan kamar hotel, tetapi lebih memilih tidur di pesawat. Fasilitas limousin perusahaan pun ditolaknya karena lebih memilih menggunakan transportasi publik.

Karena tidak menginap di hotel, Lim Siong Guan mandi di kantor GIC yang dikunjunginya. Karena kebiasaannya ini, Kantor GIC di London selalu menyediakan handuk untuknya.

Lim Siong Guan merupakan inspirasi bagi banyak penduduk Singapura. Bukan hanya karena kesederhanaannya, tapi juga karena prinsipnya dalam bekerja. Pria yang mudah akrab dengan stafnya ini, selalu menganggap pekerjaan sebagai kegembiraan. "Apa yang saya rasakan sangat menarik adalah berpikir tentang masa depan. Menentukan strateginya," ujarnya.* Uma - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya