Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Prof. Dr. Jeff Wilson

Dosen Asal Texas Ini Bahagia Tinggal di "Bak Sampah"

Kamis, 18 September 2014

KEBAHAGIAAN tidak bisa diukur oleh seberapa besar rumah yang kita diami. Tidak selamanya rumah besar membuat pemiliknya bahagia. Begitu juga dengan rumah kecil, belum tentu membuat pemiliknya susah.

Dr. Jeff Wilson sudah membuktikan bahwa kebahagiaan tidak bisa diukur oleh besar kecilnya rumah yang dimiliki. Ternyata rumah super minimalis pun tetap bisa membuat penghuninya bahagia dan nyaman. Pria yang dijuluki Profesor Dumpster ini, seperti dikabarkan situs Oddity Central, sejak setahun ini tinggal di rumah minimalis yang terbuat dari bak sampah tua berwarna hijau tua. Setelah dijalani, Prof. Wilson mengaku banyak mendapatkan hal-hal positif dan tentunya tetap merasakan bahagia.

Prof. Wilson telah mengubah bak sampah yang biasa ditemukan di sudut-sudut perumahan di Amerika Serikat, menjadi rumah tinggal yang nyaman. Rumah minimalis bak sampah itu dibuat oleh dosen ilmu lingkungan di salah satu universitas di Austin, Texas, Amerika Serikat, ini merupakan bagian dari Dumpster Project yang berlangsung sejak bulan Februari 2013. Dari proyek inilah julukan Prof. Dumpster diberikan oleh mahasiswanya kepada Prof. Wilson.

Melalui Dumpster Project, pria berkaca mata ini ingin menunjukkan bahwa seseorang dengan kondisi ekonomi yang sulit, masih bisa mempunyai tempat tinggal layak. “Anda bisa memiliki rumah di bawah harga 10.000 dollar yang bisa ditempatkan di mana saja di dunia," katanya.

Rumah bak sampah yang dirancang Prof. Wilson memang dari luar mirip bak sampah pada umumnya. Namun, jika Anda masuk ke dalam akan menemukan fasilitas-fasilitas standar yang biasa ada di rumah. Yang mengagumkan, rumah bak sampah ini sangat nyaman dan membuat betah siapa pun yang menempatinya.

Prof. Wilson telah menyulap bagian dalam bak sampah menjadi rumah dengan satu kamar yang layak huni. Ada tempat tidur, rak kayu, pot tanaman, dan hiasan dinding. Meskipun minimalis, namun rumah bak sampah ini sangat nyaman, karena Prof. Wilson sangat menjaga kebersihan.

Karena ruangan yang tersedia sangat terbatas, Prof. Wilson pun tidak menyimpan banyak barang di rumahnya itu. Ia hanya mempunyai empat pasang celana, empat kemeja, tiga pasang sepatu, tiga topi, dan beberapa dasi kupu-kupu. Selain irit, Prof. Wilson pun bisa memangkas biaya untuk berbelanja berlebihan, karena memang rumahnya tak akan bisa menampungnya.

Rumah bak sampah ini belum dilengkapi dengan kamar mandi, sehingga untuk saat ini sang profesor masih memanfaatkan kamar mandi di kampus. Namun, dalam waktu dekat, rumah bak sampah ini akan dilengkapi dengan toilet.

Bagaimana dengan harta berharga, di simpan di mana? Prof. Wilson menyimpan barang berharganya di bawah lantai buatan yang diinstalnya bersama dengan peralatan memasak untuk berkemah Selain itu panel listrik yang menjadi sumber energi rumahnya akan segera digantikan dengan panel surya yang lebih ramah lingkungan.

Prof. Wilson yang sebelumnya tinggal di apartemen, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan hal-hal menarik setelah tinggal di rumah bak sampah. Dengan menjalani hidup minimalis, ia tetap bisa mendapatkan kesejahteraan yang memadai. Ia jadi bisa menghabiskan lebih banyak waktu di masyarakat, berjalan-jalan dan berinteraksi dengan orang-orang. Tertarik dengan ide kreatif Prof. Jeff Wilson?* Uma - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya