Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Pengasuh Pesantren Itu Setubuhi Santriwati-santriwatinya Sambil Pimpin Doa Bersama

Sabtu, 20 September 2014

BEJAT amat kelakuan pria paruh baya dari Jawa Timur ini. Sebagai pengasuh pondok pesantren (ponpes), ia tega menyetubuhi sejumlah santri perempuan (santriwati) yang menjadi anak didiknya. Terlebih bejatnya lagi, aksinya itu dilakukan setiap malam ketika memimpin doa bersama.

Dikabarkan Kompas.com, lelaki bejat ini pengasuh ponpes di Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, berinisial IK (38). Aksi bejat yang dilakukan IK terbongkar setelah salah satu santriwatinya, berinisial E, yang turut menjadi korban, akan dinikahi keponakan pelaku. Kini, IK sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah diamankan di Mapolres Jember.

"Saat dilamar, E kemudian menceritakan jika sudah tidak perawan lagi karena pernah disetubuhi oleh pengasuh ponpes tersebut," ujar Kasubag Humas Polres Jember AKP Edy Sudarto, Kamis (18/9/2014).

Saat itu, E juga menceritakan bukan hanya dirinya yang pernah disetubuhi pelaku, melainkan juga beberapa orang santriwati. "Namun, E sendiri tidak melaporkan kasus tersebut. Justru yang melaporkan tiga orang rekannya, yakni M (15), T (16), dan S (17)," ungkap Edy.

Dikatakan Edy, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, santri yang menjadi korban pelaku, disetubuhi bersamaan dengan acara doa bersama. “Jadi hampir setiap malam, sekitar pukul 21.00- 22.00, di ponpes tersebut digelar acara doa bersama seluruh santri, yang dipimpin pelaku,” terang dia.

Pada saat itulah, korban yang akan disetubuhi diajak masuk ke dalam ruangan khusus, tempat pelaku memimpin acara doa bersama tersebut. “Alasannya untuk menemani pelaku untuk membacakan wiridan-wiridan. Begitu acara doa bersama dimulai, tersangka ini langsung menyetubuhi korban-korbannya. Karena ramainya suara pembacaan doa bersama tersebut, suara dari dalam ruangan tidak akan terdengar,” ujar Edy.

Acara doa bersama tersebut hampir digelar setiap malam, dengan durasi antara 30 menit hingga satu jam. “Jadi setiap malam, secara bergantian satu per satu para korban ini disetubuhi oleh pelaku. Pasca kejadian ini, acara doa bersama tersebut sudah dihentikan,” kata dia.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya