Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Kuan Yin

Pria Yatim Piatu Ini Sediakan Uang Rp 1,9 Miliar Demi Mendapatkan Seorang Ibu

Minggu, 21 September 2014

DIBESARKAN di panti asuhan, membuat pria asal China ini mendambakan kasih sayang ibu. Sampai tumbuh dewasa, pria ini tetap memimpikan kasih sayang seorang ibu hingga ia menginginkan mempunyai seorang ibu.

Impian pria benama Kuan Yin ini tidak main-main. Untuk mewujudkan impiannya, ia telah menyiapkan uang sebanyak 1 juta yuan atau sekitar Rp 1,9 miliar. Uang itu akan diberikannya kepada perempuan yang bersedia menjadi ibu baginya.

Diberitakan Oddity Central, Sabtu (20/9/2014), Kuan Yin mengumumkan keinginannya untuk mempunyai seorang ibu di Alun-alun Taman Fanghu. Pria berusia sekitar 30 tahun tersebut menunjukkan lampu lampion yang berisi pengumuman serta cek bank bernilai miliaran.

Dalam pengumuman itu, Kuan Yin mempersilakan kepada semua perempuan yang berminat menjadi seorang ibu untuk mendaftar. Hanya saja, ia menyebutkan bahwa figur ibu yang didambakannya adalah, perempuan berusia minimal 57 tahun, berpendidikan, dan tidak mempunyai riwayat menggunakan narkoba.

Seorang perempuan berusia di bawah 57 tahun yang menyampaikan keinginannya untuk mendaftar, langsung ditolak Kuan Yin dengan alasannya terlalu muda. Pria yang sejak bayi hidup di panti asuhan itu, juga menolak saat oleh sejumlah perempuan yang berada di Alun-alun Taman Fanghu menyarankannya untuk mencari istri.

“Meskipun disarankan untuk mencari istri karena nantinya akan mempunyai ibu mertua yang juga bisa menjadi ibunya, Kuan Yin menolak saran itu. Ia serius ingin mencari perempuan yang bisa menjadi ibunya,” ujar seorang perempuan yang berada di taman itu, Juan Lei.

Saat ini, aksi Kuan Yin mencari perempuan yang mau menjadi ibunya, menjadi perbincangan hangat di media sosial . Meskipun banyak komentar baik positif maupun negatif yang diarahkan padanya, namun Kuan Yin tidak terganggu dan tetap pada mimpi dan keinginannya sejak kecil, yaitu mempunyai seorang ibu.* Uma - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya