Bimbingan Skripsi, Mahasiswi Ini Malah Digerayangi Dosen Pembimbingnya
SUNGGUH sial nasib mahasiswi ini yang harus menjadi korban pencabulan dosen pembimbingnya. Ia diperlakukan tak senonoh oleh dosennya itu saat konsultasi pembuatan skripsi.
Dikabarkan merdeka.com, Kamis (25/9/2014), WH (20), mahasiswi perguruan tinggi swasta di Palembang, ini tidak menyangka harus menjadi korban pencabulan yang dilakukan dosennya sendiri berinisial SP. Pencabulan itu terjadi di sebuah kosan di kawasan pusat perbelanjaan Palembang Square, Rabu (10/9) sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (25/9), WH mengatakan awalnya dia ingin menghadap pelaku yang merupakan dosen pembimbingnya untuk mengurus skripsi. Saat ditelepon, pelaku mengaku sibuk jika harus menemuinya di sekitaran kampus.
Lantaran ingin segera menuntaskan skripsinya, korban meminta dosennya itu untuk bertemu. Permintaan korban dikabulkan pelaku dengan menyuruh korban menemuinya di tempat kos pelaku.
"Saat bertemu, dia (pelaku) memeriksa skripsi saya. Di dalam kos itu cuma kami berdua," ungkap WH.
Sedang fokus memperhatikan bimbingan, korban pun kaget dengan tangan pelaku yang menyentuh bahunya. Sontak korban menepis sentuhan sang dosen di bahunya tersebut. Bukannya minta maaf, sang dosen itu malah makin berani. Pelaku lalu menggerayangi tubuh korban dengan cara menciumi pipi dan bibir korban dengan paksa. Payudara korban pun sempat digerayangi pelaku.
Tak sampai di situ, pelaku juga mengajak korban untuk berhubungan intim. Korban yang sudah tak nyaman dengan perlakuan pelaku pun berusaha kabur. Tahu korban akan kabur, sang dosen langsung memeluk korban dan kembali menggerayangi tubuhnya itu. Korban baru berhasil melepaskan diri saat pelaku memeluknya dengan memberontak dan lari.
"Saya langsung kabur. Dia tidak mengejar saya karena masih di dalam," kata dia.
Usai kejadian, korban sebenarnya tidak ingin memperkarakan kasus ini. Belakangan dia baru merasa harga dirinya sudah terhina oleh perilaku dosennya itu. "Saya ingin dia ditangkap. Saya tidak ingin ada korban lagi selain saya," pungkasnya.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Rekrim Kompol Suryadi didampingi Kanit PPA Ipda Imelda Rachmat SH menegaskan, pihaknya telah menerima pengaduan korban selaku mahasiswi yang diduga telah diperlakukan secara tidak senonoh oleh dosen pembimbing skrispsinya.
“Keterangan korban sudah kita proses, sedangkan kepada terlapor segera kita periksa, dan kita panggil," katanya seperti dikutip tribunnews.com.* das - kisuta.com


