Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Joshua Wong

Pemuda Kerempeng Ini Paling Ditakuti Pemerintah Tiongkok

Jumat, 26 September 2014

TUBUHNYA kurus kerempeng. Dengan kaca mata tebal, wajahnya seperti kutu buku. Namun, siapa yang menyangka jika pemuda 17 tahun ini paling ditakuti Pemerintah Tiongkok.

Memang, saat ini Joshua Wong, pemuda kerempeng ini, merupakan aktivis pro-demokrasi Hongkong yang paling ditakuti oleh Pemerintah Tiongkok. Selama dua tahun terakhir, pelajar ini telah membangun gerakan pemuda pro-demokrasi di Hong Kong dengan mengkampanyekan peristiwa berdarah di lapangan Tiananmen, Tiongkok, 25 tahun lalu dengan tujuan menyulut gelombang pembangkangan sipil di kalangan mahasiswa Hongkong.

Dengan demikian ia berharap pemerintah Tiongkok mendapatkan tekanan sehingga memberikan Hongkong hak pilih universal.

Dikabarkan tribunnews.com yang mengutip CNN, Rabu (24/9/2014), gerakan Wong dibangun di tahun-tahun penuh frustrasi bagi masyarakat Hongkong. Ketika negara bekas koloni Inggris itu dikembalikan ke pemerintahan Tiongkok di tahun 1997, kedua negara sepakat akan memberikan Hongkong 'otonomi tingkat tinggi' termasuk memilih pemimpin mereka secara demokratis.

Namun hingga 17 tahun kemudian, janji itu tak juga dipenuhi. Proposal terbaru yang diajukan oleh Pemerintah Tiongkok adalah bahwa pihaknya akan mengakui pemimpin terpilih Hongkong jika telah mengantongi restu mereka.

Joshua Wong memerangi proposal pemerintah Tiongkok itu, dan tak sabar untuk memenangkannya.

"Saya tidak berpikir pertempuran kami akan menjadi sangat panjang, jika anda memiliki mentalitas bahwa perjuangan untuk sebuah demokrasi adalah panjang, berlarut-larut dan harus melalui langkah-langkah bertahap. Maka anda tidak akan pernah mendapatkannya," ujarnya.

"Anda harus melihat setiap pertempuran adalah pertempuran terakhir, dan anda harus memiliki tekad kuat untuk melawan," serunya.

Jejak pemberontakan Wong terhadap pemerintah Tiongkok dapat dilacak sejak ia berusia 15 tahun. Kala itu, Wong menyatakan menolak materi patriotik, pro-Komunis "Nasional dan Pendidikan Moral" ke sekolah-sekolah umum di Hongkong.

Dengan bantuan dari beberapa teman, Wong membentuk kelompok aktivis mahasiswa yang disebut scholarism. Gerakan ini membengkak melampaui mimpi-mimpinya yang paling liar: Pada bulan September 2012, scholarism berhasil mengumpulkan 120.000 demonstran --termasuk 13 relawan aksi mogok makan untuk menduduki markas pemerintah Hongkong, memaksa para pemimpin menarik kurikulum yang diusulkan.

Saat itulah Wong menyadari bahwa pemuda Hongkong memegang kekuasaan yang signifikan. "Lima tahun yang lalu, saat itu tak terbayangkan bahwa siswa Hongkong akan peduli tentang politik sama sekali," katanya.

Ia pun membeberkan, Hong Kong di bawah kependudukan Tiongkok, tidak memiliki kebebasan sama sekali. Ia mencontohkan bagaimana surat kabar di Hongkong, lebih banyak memuat artikel yang memuat kepentingan Pemerintah Tiongkok.

Itu sebabnya Wong menetapkan sasaran agar Hongkong dapat memiliki hak pilih universal. Gerakannya kini memiliki anggota sebanyak 300 orang siswa.

Pada bulan Juni, scholarism menyusun rencana untuk mereformasi sistem pemilu Hongkong, di mana memenangkan dukungan dari hampir sepertiga dari pemilih. Dukungan itu didapatkannya berdasarkan referendum tak resmi yang digagas pihaknya.

Minggu ini Wong memimpin kelompoknya menggelar aksi meninggalkan ruang kelas, untuk mengirim pesan pro-demokrasi ke Beijing.

Aksi mereka mendapatkan dukungan luas, administrator perguruan tinggi telah berjanji memberikan keringanan hukuman pada siswa yang membolos, dan serikat guru terbesar di Hongkong mengedarkan petisi yang menyatakan "jangan biarkan mereka berdiri seorang diri', di mana merujuk kepada kelompok Wong.

Reaksi Pemerintah Tiongkok dapat ditebak, mereka mencap scholarism sebagai kelompok "ekstrimis". Wong juga mendapatkan popularitasnya di antara para pejabat keamanan Pemerintah Tiongkok, di mana ia dianggap sebagai ancaman internal stabilitas pemerintahan Partai Komunis.

Namun Wong menyatakan tidak akan mundur. "Masyarakat tidak perlu takut dengan pemerintah mereka, tetapi pemerintah harus takut kepada rakyat mereka," katanya.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya