Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Laut Aral

Laut Terbesar Keempat Sejagat Ini Kini Kering Kerontang

Rabu, 1 Oktober 2014

LAUT Aral merupakan laut terbesar keempat di dunia. Laut yang terletak di tengah gurun Kyzylkum di Asia Tengah yang menjadi wilayah Kazakhstan, Uzbekistan, dan sedikit wilayah Turkmenistan ini, sekarang mengalami kekeringan. Perubahan yang terjadi pada Laut Aral tak lepas dari tingkah laku manusia yang tidak mendukung lingkungan hidup.

Dilansir Daily Mail, Senin (29/9/2014), NASA telah menerbitkan serangkaian gambar yang memperlihatkan perubahan yang terjadi di laut Aral sejak tahun 2000. Rangkaian gambar tersebut didapat dari citra satelit Terra. Ironisnya, gambar-gambar tersebut memperlihatkan perubahan mengejutkan dari sebuah laut hanya dalam 14 tahun saja.

Laut Aral memang terletak di wilayah yang tandus, sehingga air laut mudah menguap. Keberadaan sungai-sungai gletser yang bersumber dari pegunungan di sekitar laut yang membuat Laut Aral tetap dipenuhi dengan air.

Kekeringan Laut Aral dimulai tahun 1960, yaitu sejak Uni Soviet memulai proyek pengalihan pengairan dari sungai-sungai sumber air Laut Aral untuk mengairi kawasan gurun agar dapat dijadikan lahan pertanian kapas dan tanaman pangan lainnya. Proyek tersebut berhasil dan sebagian Gurun Kyzylkum berhasil diubah menjadi lahan pertanian, namun sayangnya keberhasilan tersebut menjadi awal hilangnya Laut Aral.

Menurut citra dari satelit Terra, sejak tahun 2000 air Laut Aral terlihat tinggal separuh dari kondisi di tahun 1960. Tahun 2014, Laut Aral bagian selatan yang sejatinya memiliki ukuran yang jauh lebih luas dari bagian utara, kondisinya sudah benar-benar mengering.

Kondisi Laut Aral bagian utara pun tak kalah menyedihkan. Akibat penguapan dan pemanasan global, tingkat garam di laut tersebut meningkat pesat. Bahkan, tingkat polusinya pun melonjak tajam karena menjadi tujuan akhir air-air sisa pertanian yang terkontaminasi dengan pestisida dan zat kimia lain.

Tak pelak, keringnya Laut Aral membuat warga sekitarnya yang mayoritas nelayan terpaksa mencari penghidupan di luar kehidupan nelayan.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya