Jika Payudara Ibu-ibu Menyusui Tercemar
AIR Susu Ibu (ASI) dianggap makanan pertama dan utama bagi bayi hingga usia enam bulan. Namun bayi di Tunisia sekarang justru harus menghindari ASI sebab bisa menimbulkan bahaya serius. Lho?
Dikabarkan merdeka.com yang mengutip stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (7/10), sebuah studi baru dipublikasikan di jurnal Riset Lingkungan yang menuliskan ASI perempuan Tunisia mengandung bahan kimia beracun termasuk polychlorinated biphenyl (PCB), organoklorin (OC), dan pestisida.
Konsentrasi bahan kimia ini ditemukan di 237 sampel ASI dikumpulkan dari 12 lokasi di negara Afrika Utara. "Konsentrasi bahan berbahaya ini justru lebih tinggi ditemukan di pedesaan ketimbang daerah perkotaan," demikian dituliskan pada jurnal tersebut.
Laporan itu menambahkan asupan susu dan daging tinggi pada perempuan di desa-desa Tunisia justru mencemari ASI mereka.
Konvensi di Ibu Kota Stockholm, Swedia oleh Fasilitas Lingkungan Global telah menggelontorkan dana sejumlah Rp 203 miliar untuk menghilangkan senyawa yang digunakan pada pertanian dan peternakan.* das - kisuta.com


