Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Malala Yousafzai

Pegiat Perempuan yang Masih Belia Ini Raih Nobel Perdamaian

Sabtu, 11 Oktober 2014

HADIAH Nobel Perdamaian tahun ini jatuh ke tangan gadis Pakistan berusia 17 tahun, Malala Yousafzai, dan warga India, Kailash Satyarthi, karena karya mereka mempromosikan hak-hak anak. Komite Nobel Norwegia menganugerahkan hadiah itu di Oslo, Jumat (10/10/2014) pagi waktu setempat.

"Komite Nobel Norwegia telah memutuskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2014 akan diberikan kepada Kailash Satyarthi dan Malala Yousafzai atas perjuangan mereka dalam melawan penindasan terhadap anak-anak dan orang muda, serta untuk hak semua anak atas pendidikan," kata juri seperti dikutip AFP.

Malala Yousafzai merupakan orang termuda yang mendapatkan anugerah tahunan dunia yang bergengsi ini. Sebelumnya ada beberapa kandidat lebih muda darinya. Namun para pegiat muda itu belum berkesempatan menerima anugerah Nobel Perdamaian.

Malala, yang lolos dari kematian setelah ditembak di kepalanya oleh kelompok militan Taliban pada tahun 2012, dikenal karena selama bertahun-tahun berjuang untuk hak perempuan dalam mendapatkan pendidikan, menunjukkan dengan contoh bahwa anak-anak dapat berkontribusi untuk meningkatkan situasi mereka sendiri.

"Hal ini telah dia lakukan dalam situasi yang sangat berbahaya," kata komite itu. "Melalui perjuangan heroiknya, dia telah menjadi juru bicara terkemuka bagi hak perempuan dalam memperoleh pendidikan."

Pegiat perempuan yang masih belia ini kini tinggal di Kota Birmingham, Inggris bersama orang tuanya. Mereka rela keliling dunia untuk memperjuangkan hak bisa bersekolah bagi semua perempuan di Pakistan. Malala berbicara di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun forum internasional lainnya.

"Dia melakukan hal berbahaya agar para gadis di negaranya mendapat pendidikan layak. Berkat dia juga, ius tenaga kerja di bawah umur menjadi perhatian PBB dan agenda dunia," ujar Komite Nobel Perdamaian Thorbjorn Jagland seperti dikutip Daily Mail.

Kebanggaan Pakistan

Malala Yousafzai dielu-elukan sebagai "kebanggaan Pakistan" oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif pada Jumat (10/10/2014) karena memenangi hadiah Nobel Perdamaian.

Para pemimpin politik dan aktivis bersatu memuji Malala, orang termuda yang meraih Nobel. Mereka menyatakan dukungan terhadap siswi yang telah pindah ke Inggris itu setelah ditembak di kepalanya oleh militan Taliban dua tahun lalu.

"Dia (merupakan) kebanggaan Pakistan. Ia telah membuat orang senegaranya bangga. Prestasinya tak tertandingi dan tiada bandingnya. Para pemudi dan pemuda di dunia harus belajar dari perjuangan dan komitmennya," kata kantor Sharif dalam pernyataan yang dikirim kepada kantor berita AFP.

Malala berasal dari Lembah Swat, wilayah barat laut Pakistan yang dikuasai militan Taliban tahun 2007-2009 yang secara keras menentang pendidikan anak perempuan. Taliban ketika itu meratakan ratusan sekolah.

Ayesha Khalid, yang dulu berada di sekolah sama dengan Malala, mengatakan, "Bukan Malala saja memenangi penghargaan ini, gadis-gadis Pakistan telah memenanginya... (dia) adalah terang mata kami dan suara hati kami. Dia telah membuktikan bahwa Anda tidak dapat menghentikan pendidikan dengan meledakkan sekolah."

Presiden AS Barack Obama pun memberikan pujian terhadap semangat dan tekad Malala Yousafzai, yang berbagi kemenangan dengan aktivis anti buruh anak India, Kailash Satyarthi.

“Pada usianya yang masih 17 tahun, Malala Yousafzai telah menginspirasi orang di seluruh dunia, dengan upaya untuk memastikan semua anak perempuan bisa mendapatkan pendidikan,” ujar Obama.

Dalam pernyataannya, Presiden Obama mengatakan, ketika Taliban berusaha membungkamnya, Malala menjawab kebrutalan mereka dengan kekuatan dan tekad. Obama juga mengatakan, ia dan istrinya Michelle Obama, terpesona dengan keberanian Malala, saat mereka bertemu di Ruang Oval, pada tahun lalu.

Obama mengatakan, penghormatan ia berikan kepada Malala sebagai pemenang Nobel termuda yang pernah ada. * das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya