Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Malah Untung Berlipat

Restoran Ini Bebaskan Pengunjung Bayar Sesuka Hati

Selasa, 14 Oktober 2014

INGAT kasus harga getok yang dilakukan pemilik restoran di Pantai Anyer, Banten? Tanpa menuliskan harga di daftar menu, restoran ini mematok harga selangit untuk konsumennya.

Berbeda dengan pemilik restoran di Pantai Anyer, di Dallas, Amerika Serikat ada seorang pemilik restoran yang tidak mematok harga kepada konsumennya. Pemilik restoran “Just Cookin”, Dana Parris justru membebaskan konsumennya untuk membayar sesukanya. Tarif sesuka hati ini tak membuat bangkrut, buktinya “Just Cookin” masih setia melayani pelanggannya.

Restoran yang dikelola Parris memang aneh, tak mematok tariff tapi justru meraup untung tiga kali lipat dari pada saat memasang tarif. Dilansir ABC News, Selasa (7/10/2014), Parris menceritakan tindakannya tidak memasang tarif untuk makanan yang dijualnya.

Pria berusia 52 tahun ini memang sengaja menempelkan kertas bertuliskan "What are we worth? I am putting my faith where my cash register is. I am letting go and letting God!! No prices.. No totals.. you pay what you think your meal is worth!!!" Di samping kertas itu terdapat kaleng bekas yang dapat diisi uang oleh pelanggan.

Menurut Parris, idenya tersebut mendapat reaksi berbeda dari pengunjung. Ada pelanggan yang datang karena tidak mampu membeli makanan, namun ada juga pelanggan yang membayar lebih seusai makan. Bahkan ada pelanggan mengatakan akan membayar untuk pengunjung lain.

"Pelanggan meninggalkan uang lebih dan mengatakan uang tersebut untuk orang yang datang belakangan. Kami tak ingin orang merasa tak nyaman saat datang ke sini. Jika ada yang ingin membayar dengan harga normal pun tak masalah. Kami tidak mendesak orang untuk melakukannya," tambah Parris.

Promosi restoran yang menjual cheeseburger itu awalnya hanya berlangsung seminggu. Namun ternyata jumlah pendapatan dan pengunjungnya naik tiga kali lipat. Akhirnya Parris pun belum tahu kapan akan mengakhirinya.

Banyak orang yang mendukung ide Paris. Meski ada pula yang tak suka dan meninggalkan komentar sinis di Facebook restoran. Meski memercayakan rezekinya pada Tuhan, namun Parris tidak lantas bermalas-malasan. Setiap pukul 5 pagi ia sudah berada di restoran dan bekerja sampai restoran tutup.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya