Jika Materi Pacaran Dibahas Lengkap di Buku Pelajaran Sekolah
PEMBAHASAN mendalam soal pacaran dalam buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bagi siswa kelas XI tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 membuat orangtua resah. Mereka khawatir pengetahuan itu malah menjerumuskan anak-anak untuk menjalani pacaran tidak sehat.
Dikabarkan Pikiran Rakyat Online, Rabu (15/10/2014), buku tersebut tersebar di sekolah tingkat SMA/sederajat yang mendapat dana BOS. Buku PJOK untuk siswa kelas I semester 1 diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014, materi berada pada Pelajaran X "Memahami Dampak Seks Bebas" dalam 9 halaman mulai halaman 123-131.
Pemaparan materi pacaran mulai dari tata cara dan gaya pacaran sehat yang terdiri dari beberapa macam unsur, yaitu sehat fisik, sehat emosional, sehat sosial dan sehat seksual. Termasuk di dalamnya tentang menggugurkan kandungan, aborsi, atau pembunuhan bayi, sehat fisik, kekerasan dalam berpacaran dilarang saling memukul, menampar ataupun menendang, dan hindari makanan yang merangsang sebelum atau selama pacaran.
Salah satu orangtua siswa, Citra (40), mengaku turut khawatir atas materi pacaran sehat dan seks bebas pada buku pelajaran tersebut. "Kalau anak sifatnya semakin dilarang semakin ingin tahu. Kalau dari buku saja dikasih paparan untuk menghindari, anak bisa malah mencontoh apa yang ada di buku. Jadinya melakukan pacaran 'tidak sehat'," ujarnya.
Orangtua berharap ada tindakan menanggapi materi tersebut. "Entah materinya dihilangkan atau bukunya ditarik untuk menyelamatkan moral anak-anak. Gambar perempuan berhijab dan laki-laki pakai peci disebut pacaran sehat, apa iya sesuai dengan nilai agama soal pacaran itu," ucapnya.* das - kisuta.com


