Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Hasil Penelitian

Menikah Mewah Berisiko Tinggi Bercerai

Selasa, 28 Oktober 2014

PERNIKAHAN mewah presenter Rafi Ahmad dengan aktris, Nagita Slavina yang konon menghabiskan biaya Rp 11 miliar, telah membetot perhatian masyarakat. Apalagi rangkaian acara pernikahan mulai dari pengajian, siraman, midodareni, akad nikah, sampai resepsi di Jakarta dan Bali disiarkan secara live oleh stasiun televisi di Indonesia.

Siapa pun pasti menginginkan pernikahan mewah seperti itu. Digelar di hotel berbintang, dihadiri ribuan undangan, disiarkan televisi pula.

Namun, Anda jangan dahulu berkeinginan menggelar pernikahan secara mewah. Menurut penelitian yang dilakukan peneliti dari Emory University di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pernikahan dengan menghabiskan biaya besar, ternyata berpotensi lebih besar mengalami perceraian.

Diberitakan Daily Mail, dalam penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 responden yang telah atau pernah menikah, disimpulkan bahwa pasangan yang menghabiskan banyak uang untuk membeli cincin tunangan dan/atau pesta pernikahan, risiko mengalami perceraian lebih tinggi.

Dari hasil survei diketahui, responden yang mengeluarkan biaya Rp 24,5 juta dan Rp 48 juta hanya untuk membeli cincin tunangan, kemungkinan mereka bercerai 1,3 kali lebih besar. Sementara responden yang hanya menghabiskan kurang dari Rp 12 juta, kesempatan pernikahan mereka bertahan lama lebih besar. Gelaran pernikahan yang memakan biaya hingga lebih dari Rp 244 juta, risiko bercerainya 3,5 kali lebih besar dibandingkan pasangan yang hanya mengeluarkan Rp 60 juta dan Rp 122 juta di hari besar mereka.

Menurut para ahli ekonomi yang melakukan penelitian, biaya cincin tunangan dan pernikahan mahal memperbesar angka perceraian karena berpotensi menimbulkan masalah finansial ke depannya. Studi tersebut menunjukkan bahwa wanita yang menerima cincin seharga lebih dari Rp 24 juta dari tunangannya, tiga kali lebih sering mengeluhkan stres yang berkaitan dengan utang menumpuk pasca-pernikahan. Sebaliknya, pasangan yang hanya mengeluarkan biaya kurang dari Rp 12 juta untuk membeli cincin tunangan, 93 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami stres.

Dari ulasan tersebut bisa disimpulkan bahwa cincin tunangan dan pesta mahal sebenarnya bukan jadi penyebab utama terjadinya perceraian. Namun lebih karena masalah finansial yang menyertai pasca pernikahan. Oleh karena itu, pasangan yang akan menikah sangat disarankan untuk merencanakan perhitungan budget-nya dari jauh-jauh hari untuk menghindari utang menumpuk.

Bagaimana, apakah Anda masih berkeinginan menikah dengan pesta yang meriah dan menghabiskan biaya besar?* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya