Tinja Suku Hazda Berkhasiat Menambah Daya Tahan Tubuh
HASIL penelitian terkadang di luar dugaan. Namun karena sudah melalui tahapan ilmiah, hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Jeff Leach merupakan salah satu yang mengejutkan dan di luar dugaan. Peneliti asal Amerika Serikat ini meneliti metode peningkatan antibodi pada manusia. Hasil penelitiannya cukup mengejutkan karena ternyata hasil pembuangan manusia atau tinja bisa dimanfaatnya untuk menambah daya tahan tubuh.
Dilansir vice.com, Selasa (21/10), peneliti yang tergabung dalam organisasi Human Food Project ini mempunyai alasan mengapa meneliti metode peningkatan antibodi menjijikan itu. Jeff melirik tinja setelah putrinya didiagnosis menderita diabetes.
Dari penelitiannya, Jeff Leach menyimpulkan, manusia modern terlalu hidup bersih. Imbasnya, mikroorganisme di alam yang bisa mendukung kesehatan berkurang di dalam tubuh. Jeff mengungkapkan, manusia yang hidup dalam kebudayaan kurang modern ternyata jarang sakit. Padahal mereka tinggal di lingkungan yang tidak sehat, bahkan cenderung jorok. “Ini karena mereka tidak banyak terpapar pengobatan modern," katanya.
Terkait dengan hal itu, Jeff Leach mengungkapkan, tinja yang ditelitinya bukan sembarang tinja. Tinja yang ditelitinya adalah hasil pencernaan manusia dari Suku Hazda, suku terpencil di Afrika. Ia menyuntikkan feses anggota suku itu ke tubuhnya.
"Tinja suku Hazda ini bagaikan bahtera Nabi Nuh, karena sangat kaya mikroba yang tidak dimiliki manusia modern," ujarnya.
Penelitian yang dilakukan Jeff Leach sebenarnya bukan hal baru, karena suntik maupun mengonsumsi feses dengan alasan kesehatan, belakangan ngetren di dunia Barat. Muncul artikel dan video di Youtube mengklaim bahwa tinja berfaedah meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satunya adalah video-video diunggah akun home FMT yang banyak menggambarkan transplantasi feses.
Surat kabar the New York Times juga pernah melansir laporan penemuan pil tinja oleh Rumah Sakit Umum Massachussets, Amerika Serikat. Obat itu, mengandung kotoran manusia, digunakan untuk mengurangi rasa sakit buat pasien penderita Clostridium difficile, infeksi bakteri.
Elizabeth Hohmann, dokter di RS Massachussets menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, mikroba dalam tinja memang diperlukan sejumlah pasien.
Tapi, dia mengkritik metode Leach yang menyuntikkan tinja ke dalam tubuh ketika tidak sakit. "Tindakannya tidak berfaedah secara medis, dan tentu tidak direkomendasikan dokter manapun," kata Hohmann.* Uma – kisuta.com


