Pria Tunanetra Ini Menggunakan Lidah untuk Melihat
DANIEL Kish tak bisa melihat sejak berusia satu tahun. Meskipun buta, namun pria yang sekarang berusia 48 tahun ini tetap semangat dalam menjalani hidupnya.
Layaknya mereka yang mempunyai penglihatan normal, Daniel mengisi hari-harinya dengan beragam aktivitas. Tak terbatas pada aktivitas rutin seperti bekerja, Daniel pun melakukan aktivitas hobinya, yaitu naik sepeda dan naik gunung.
Bersepeda? Mungkin Anda tak percaya seorang tunanetra bersepeda. Begitu juga dengan hobi naik gunung yang pasti banyak menghadapi rintangan saat melakukannya.
Daniel memang senang bersepada di jalan beraspal, tak hanya di jalan beraspal yang sepi, tapi juga yang ramai. Begitu juga dengan hobi naik gunung, Daniel melakukannya seperti halnya orang-orang dengan penglihatan normal.
Pasti banyak pertanyaan, bagaimana Daniel bisa menghindari tabrakan dengan orang kalau dia tidak bisa melihat? Bagaimana Daniel bisa menghindari jurang saat mendaki gunung, kalau dia tidak melihat?
Ternyata Daniel mempunyai kelebihan di balik kekurangannya yang tak bisa melihat. Meskipun buta, namun Daniel tetap bisa melihat melalui lidahnya. Ya, lidahnya bisa melihat keadaan di sekitarnya. Cukup dengan membunyikan lidah, Daniel akan mengetahui apa yang ada di sekitarnya. Bunyi lidah menghasilkan gelombang suara yang dipantulkan sehingga bisa membangun gambaran di otak dari lingkungannya. Hal ini disebut juga sebagai echolation, sebuah kemampuan yang dimiliki hewan seperti kelelawar.
Daniel mempelajari teknik sonar ini sejak kecil, sehingga di saat dewasa sudah mampu mengidentifikasi hal-hal di sekitarnya mulai dari mobil, pohon, trotoar dengan menggunakan gema yang dihasilkan saat membunyikan lidah.
Tak hanya obyek, gema yang dihasilkan dari membunyikan lidah bisa juga untuk mengetahui jarak, ukuran, tekstur hingga kepadatan sesuatu. "Saya bisa membedakan mana benda yang kayu mana logam. Misalnya, pagar kayu akan menghasilkan gema dengan struktur lebih tebal daripada pagar logam," ungkapnya seperti dilansir BBC News , Rabu (29/10/2014).
Apa yang ia lakukan memang hebat namun ia enggan disebut sebagai manusia super. "Saya tidak memiliki kemampuan mendengar seperti manusia super, saya hanya melatih telinga saya untuk bisa memahami gema yang dihasilkan. Semua orang, baik buta atau normal, bisa melakukannya," ungkapnya.
Dengan kemampuan human echolation, ia bisa menjalani kehidupan layaknya orang yang bisa melihat. Seperti naik sepeda di jalanan yang sibuk hingga ke gunung. "Mobil adalah target gema yang sangat baik sehingga saya bisa menghindari, tapi bukan berarti tidak pernah kecelakaan, semua kegiatan ada risikonya," ungkap pria yang selalu mengalungkan identitas di lehernya ini.
Menarik sekali bukan, ternyata keinginan Daniel untuk bisa seperti orang normal, bisa mengalahkan kekurangannya.* Uma – kisuta.com


