Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Jangan Simpan Minuman Kemasan Plastik di Tempat Panas!

Sabtu, 22 November 2014

MEMBIARKAN minuman kemasan plastik di tempat panas dalam jangka waktu lama, bukanlah tindakan yang tepat karena bisa menyebabkan terkena penyakit, kanker misalnya.

Mungkin Anda sering menyimpan minuman kemasan di dalam mobil dan di tempat yang terpapar sinar matahari. Tanpa Anda sadari, tindakan ini menyebabkan suhu panas dalam mobil dan paparan sinar matahari membuat plastik cepat mengurai dan masuk ke air.

Jika Anda melihat ada serpihan-serpihan kecil di dalam air, itu merupakan tanda telah terjadi perubahan reaksi kimia karena air sudah bercampur dengan plastik. Memang tanda-tanda tersebut tidak terlalu terlihat, tetapi meskipun air terlihat bening, namun sesungguhnya air sudah terkontaminasi zat kimia yang berasal dari plastik kemasann.

Air yang sudah bercampur kimia dari plastik bersifat toksik bagi tubuh. Konsumsinya dalam jangka waktu lama akan merusak organ hati. Tentunya ini tidak baik bagi kesehatan.

Tim peneliti dari Universitas Nanjing di Tiongkok dan Universitas Floria telah melakukan percobaan untuk mengetahui kebenaran bahwa minuman kemasan yang disimpan dalam tempat panas dan dalam waktu lama, bisa menyebabkan penyakit. Mereka menyimpan 16 merek air dalam kemasan yang dijual di Tiongkok pada tiga suhu, yakni 3,8 derajat celcius (kulkas) , 25 derajat celcius (ruangan), dan 70 derajat celcius (mobil).

Ketua peneliti, Lena Ma mengungkapkan, penelitian ingin mengetahui kadar kandungan antimony dan bisphenol A (BPA) dalam minuman kemasan yang telah disimpan 2, 3, dan 4 minggu. Antimony merupakan salah satu bentuk logam yang diduga berperan dalam penyakit paru, jantung, dan pencernaan. Sedangkan BPA ditemukan pada beberapa jenis plastik dan sudah dilarang penggunaannya oleh FDA untuk botol susu bayi dan cangkir bayi belajar minum.

Para peneliti menemukan, ketika suhu meningkat dan waktu terlampaui, dideteksi peningkatan level antimony pada botol air. Secara spesifik, di suhu 25 derajat celcius terjadi peningkatkan antimony dua kali lipat dibanding pada suhu dingin. Meski begitu level logam berat ini bervariasi pada berbagai merek minuman.

Di suhu 70 derajat atau suhu dalam mobil, konsentrasi antimony secara konsisten meningkat. Jumlah tertinggi yang diukur mencapai .00026 miligram perliter air. Tetapi jumlah tersebut masih lebih rendah dibanding standar aman dari EPA .0006 mg/liter air.

Para peneliti memperkirakan bahwa dalam skenario terburuk, minum air yang terkontaminasi tersebut bisa berbahaya, terutama untuk anak. * Uma/berbagai sumber – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya