Terkena Sindrom Putri Tidur, Wanita Ini Tidur 21 Jam Setiap Harinya
JULUKAN “Putri Tidur” pantas diberikan kepada Helen Waterson. Wanita berusia 36 tahun ini mampu tidur selama 21 jam setiap harinya. Helen harus berjuang keras untuk tetap terjaga, meskipun untuk itu ia terpaksa mengonsumsi obat.
Dikutip dari Mirror, Senin (24/11/2014), Helen mengungkapkan, betapa dirinya tersiksa hanya terjaga selama 3 jam setiap harinya. "Saya telah melewatkan banyak peristiwa penting dalam hidup," ujar Helen yang tak punya kehidupan sosial, termasuk percintaan.
Helen yang terkena Kleine-Levin Syndrome alias Sindrom Putri Tidur, sepanjang hari menghabiskan waktunya di sofa rumahnya, karena merasa terlalu lelah untuk melakukan pekerjaan apapun, meskipun hanya menonton televisi. Helen keluar rumah hanya sebulan sekali, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mengandalkan bantuan ibunya.
Kondisi lelah setiap saat bisa dirasakannya dan ia akan langsung tertidur dalam waktu panjang. Helen sangat sulit bangun, ia sangat tergantung kepada dua ekor anjingnya, yaitu anjing jenis labrador hitam bernama Sooty dan anjing jenis rottweiler bernama Barney. Biasanya kedua anjing ini akan menyalak sangat keras untuk membangunkan sang majikan.
Setelah terjaga, Helen butuh waktu 10 menit hingga satu jam untuk benar-benar bisa membuka mata dan menggerakkan anggota tubuhnya. Menurut Helen, tubuhnya terasa kaku saat bangun tidur.
"Tubuh saya sering begitu kaku dan lelah, sehingga saya tidak bisa mencuci priring, apalagi bersosialisasi," katanya lirih.
Sindrom Putri Tidur yang membuat Helen tidak bisa menyimpan kenangan indah di masa lalunya ini, menyebabkan ia harus meninggalkan pekerjaannya. Sebelum kondisinya memburuk, meskipun dengan keadaan mudah lelah dan mengantuk, Helen berhasil menyelesaikan kuliah hingga mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pada Februari 2009, Helen terserang flu yang kemudian menyebabkan dia tidur selama berminggu-minggu. Helen kemudian menjalani berbagai tes kesehatan dan didiagnosis mengalami depresi. Setahun kemudian, Helen didiagnosis Sindrom Putri Tidur.
Menurut Helen, sejak kecil dia sudah merasa ada masalah di tubuhnya. Sebab saat kecil dia kerap kali merasa lelah, sehingga orang-orang menganggapnya sebagai anak yang malas dan bodoh.
Saat remaja, ketika teman-teman seusianya menghabiskan liburan musim panas dengan pergi ke pesta atau hang out bersama, Helen malah menghabiskan waktu enam minggunya untuk tidur dan istrirahat. Dia hanya bangun untuk makan, minum, atau ke toilet.
"Saya tahu saat itu ada sesuatu yang tidak beres dengan saya, tapi tak ada yang tahu tentang Sindrom Putri Tidur pada 1980-an. Mereka hanya menyebutnya 'melamun'," sambung Helen yang berharap dengan kondisinya ini, tetap bisa mendapat pasangan hidup.* Uma – kisuta.com


