Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Reza Gul

Dendam Berdarah, Perempuan Tua Ini Bantai 25 Anggota Taliban yang Bunuh Putranya

Kamis, 27 November 2014

JANGAN coba-coba melukai hati seorang ibu. Jika terluka hingga memendam dendam bisa menjadi momok menakutkan. Seperti dilakukan seorang ibu di Afghanistan. Ia membantai puluhan anggota militan Taliban sebagai aksi balas dendan karena telah menembak mati putranya.

Dikabarkan Daily Mail, Kamis (27/11/2014), seorang ibu yang berduka di Afghanistan bernama Reza Gul (60) melancarkan aksi balas dendam berdarah terhadap kaum militan Taliban yang menembak mati putranya. Ibu itu menembak mati 25 anggota militan Taliban dan melukai lima orang lainnya dalam sebuah pertempuran bersenjata selama tujuh jam.

Reza Gul menyaksikan tanpa daya saat putranya bernama Saifullah tewas ketika sedang menjaga sebuah pos pemeriksaan desa bersama sebuah tim kecil yang terdiri dari teman-teman polisinya, di Provinsi Farah yang rawan kekerasan dan tanpa penegakan hukum.

Diapit putri dan menantu perempuannya, Gul memimpin serangan balasan terhadap para penyerang putranya. Mereka akhirnya menewaskan 25 anggota militan serta melukai lima orang lainnya dalam sebuah baku tembak sengit selama tujuh jam.

"Saya tidak bisa menahan diri, lalu mengangkat senjata," kata perempuan itu, Rabu (26/11/2014). "Saya pergi ke pos pemeriksaan itu dan mulai menembak."

Menantu perempuannya, Seema, menambahkan, "Pertempuran tersebut semakin intensif saat kami mencapai medan perang dengan senjata ringan dan berat. Kami telah berkomitmen untuk bertarung sampai peluru terakhir." Dia menambahkan, zona pertempuran itu bergelimang mayat anggota Taliban saat baku tembak berakhir.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengatakan kepada media itu bahwa peristiwa tersebut merupakan simbol dari sebuah pemberontakan rakyat.

Polisi setempat membenarkan cerita Reza Gul yang kini aktif memburu Taliban. Termasuk juga adik Saifullah, Fatimah. Dia bercerita ibunya langsung mengumpulkan amunisi untuk ikut berperang melawan Taliban. Wanita ini ngotot diizinkan bertempur bersama resimen polisi setempat.

"Ibu mengobarkan perang demi kehormatan keluarga melawan Taliban," kata Fatimah.

Cerita Reza Gul langsung tersebar ke jejaring sosial Afghanistan. Banyak orang menyamakan kegigihannya bertempur dengan sosok Malalai dari Maiwand. Malalai adalah pejuang wanita legendaris Afghanistan yang berjuang melawan penjajah Inggris pada perang 1879.

Sementara itu, Taliban bungkam atas perlawanan ini. Mereka tak bicara sepatah kata pun. Tak memberi keterangan meski satu huruf. Mungkin mereka tak menyangka, perlawanan kuat justru datang dari perempuan yang harga dirinya terusik dan terinjak selama pemerintahan ekstremis itu berkuasa.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya