Pria Ini Membangun Kerajaan sekaligus Jadi Raja di Pulau Kecil Itu
RUMAHKU, istanaku. Ungakapan ini benar-benar direalisasikan oleh seorang pria asal Portugis yang menjadikan rumahnya sebagai istana kerajaan. Renato Barros sengaja membeli pulau untuk mewujudkan keinginannya mempunyai kerajaan.
Renato menyulap pulau kecil bernama Maderia yang berada di Portugal, menjadi istana kerajaan yang diberi nama Principality of the Pontinha. Renato pun mengangkat dirinya menjadi Raja Pontinha bergelar Prince Renato II.
Memang tidak seperti umumnya istana yang merupakan bagunan besar dengan puluhan bahkan mungkin ratusan ruangan serta taman yang luas. Istana milik Renato hanyalah rumah biasa yang mempunyai satu kamar.
Meskipun bangunannya sangat sederhana, namun Renato tetap menjadikannya sebagai istana. Kerajaan Pontinha juga mempunyai rakyat, yaitu istri Renato serta anak perempuan dan laki-lakinya.
Dilansir The Guardian, Renato mempunyai banyak peran di kerajaannya. Selain sebagai raja, ia juga berperan sebagai polisi, tukang kebun, dan profesi lainnya untuk menjalankan sekaligus menjaga kerajaan.
Dalam waktu dekat, sang raja akan menciptakan lagu kebangsaan. Sedangkan bendera kerajaan, telah lebih dulu diselesaikannya dan telah dipasang di istananya. “Jika aku memutuskan untuk memiliki lagu Nasional, aku akan memilih dan menciptakannya. Sama juga dengan bendera kebangsaanku,” katanya.
Niat Renato membangun kerajaan di pulau kecil ini muncul, setelah ia membeli Pulau Pontinha sekitar 14 tahun lalu. Pria berusia 56 tahun ini membeli Pulau Pontinha dari keluarga asal Inggris yang menjualnya seharga $ 31,000 atau sekitar Rp 377 juta.
Awalnya Renato akan menjadikan pulau itu sebagai lahan bisnis. Namun sayang, tak ada orang yang mau menjadi rekan bisnisnya untuk membangun pulau itu. Banyak yang berpendapat, Renato terlalu gila menghabiskan banyak uang hanya untuk sebuah pulau yang berisi batu besar dengan goa, serta tak ada listrik dan air.
Lelah mencari rekan bisnis yang mau membangun Pulau Pontinha, akhirnya terpikir untuk membangun kerajaan di pulau itu. Meskipun banyak yang menertawakannya, namun Renato tetap menjalankan rencananya membangun Principality of the Pontinha dengan dirinya sebagai raja untuk anak dan istrinya.* Uma – kisuta.com


