22 Tahun Memerintah Kerajaan Hohoe Afrika dari Jerman Melalui Skype
KECANGGIHAN teknologi memungkinkan komunikasi dilakukan dari jarak jauh. Untuk menghemat waktu dan biaya, saat ini orang lebih memilih melakukan komunikasi jarak jauh, misalnya untuk melakukan rapat, bahkan konferensi.
Tapi, jika pemerintahan diselenggarakan secara jarak jauh, rasanya baru dilakukan oleh Togbe Ngoryifia Kosi Bansah alias Raja Bansah di Hohoe, kerajaan yang terletak di sebelah tenggara negara Ghana. Sang raja yang tinggal di Jerman memerintah rakyatnya melalui Skype. Diberitakan Dreamersradio.com seperti dikutip dari odditycentral.com, alasan Raja Bansah memerintah melalui Skype, karena dia tidak percaya dengan pemerintahan yang menggunakan metode kuno.
Raja Bansah yang berusia 66 tahun, pindah ke Jerman saat menjadi mahasiswa exchange. Menyukai kehidupan di Jerman, dia memutuskan untuk tinggal di negara itu. Dia tinggal di Ludwigshafen dekat Frankfurt, Jerman dengan istrinya Gabriele dan menjalankan bisnis perbaikan mobil.
Meskipun tinggal di negara orang, namun Raja Bansah tetap memerintah sebagai raja. Untuk mengatur rakyat Hohoe yang hanya 200.000 orang di Hohoe, dia memanfaatkan Skype dan telepon. Sedangkan kunjungan ke kerajaannya dilakukan enam kali dalam setahun.
Raja Bansah telah membuktikan, walaupun dia tidak tinggal di negaranya, namun pemerintahan bisa berjalan lancar. Dia pun berkampanye secara luas untuk menggalang bantuan medias bagi negaranya.
Raja Bansah dinobatkan sebagai penerus Kerajaan Hohoe, menggantikan kakeknya yang meninggal dunia. Uniknya, dia menggantikan kakeknya dengan melangkahi ayah dan kakaknya. Alasannya sederhana, ayah dan kakaknya kidal, yang menurut kepercayaan di Hohoe, orang kidal dianggap kotor dan menunjukkan ketidakjujuran.
Raja Bansah dinobatkan pada tahun 1992. Sejak menjadi raja, dia memutuskan tidak kembali ke Afrika dan hidup di Jerman. Dari negara itu, dia memerintah rakyatnya dan memastikan semuanya berjalan lancar.* Uma – kisuta.com


