Di India, Dokter Gunakan Pompa Ban untuk Operasi Sterilisasi Wanita
DI daerah terpencil, pelayanan medis biasanya dilakukan secara darurat, karena keterbatasan peralatan dan fasilitas kesehatan. Seperti yang dilakukan dokter yang bertugas di daerah terpencil India.
Untuk operasi sterilisasi wanita, sang dokter menggunakan alat pompa ban. Alat pompa ban sepeda digunakan untuk mengembungkan perut wanita saat operasi sterilisasi dilakukan. Alat pompa ban ini untuk memastikan bahwa tekanan yang diberikan aman dan stabil. Meskipun mengerikan bagi yang mendengarnya, namun langkah ini terpaksa dilakukan untuk menolong pasien di tengah keterbatasan peralatan dan fasilitas medis.
Dikutip Daily Mail, Selasa (2/12/2014), baru-baru ini muncul fofo-foto yang menunjukkan tim dokter di India menggunakan alat pompa ban sepeda ketika melakukan operasi. Foto tersebut diketahui berasal dari camp sterilisasi di desa Banarpal, Odisha.
Cara ini telah dilakukan pada 56 wanita yang menjalani operasi sterilisasi. Sementara itu, foto ini muncul dua minggu setelah kasus 13 orang wanita meninggal ketika melakukan operasi sterilisasi. Kematian yang terjadi pada para wanita di Chhattisgarh ini diketahui disebabkan oleh alat-alat yang tidak memadai dan sudah berkarat. Selain itu, obat yang mereka berikan pada pasien juga terkontaminasi.
Berdasarkan keterangan Hindustan Times, dalam satu hari ada 56 wanita menjalani operasi sterilisasi menggunakan alat pompa ban. Mahesh Prasad Rout, dokter yang melakukan operasi ini menjelaskan bahwa menggunakan alat pompa ban adalah hal yang lumrah dan sering dilakukan di daerah-daerah terpencil India.
"Alat pompa ban sepeda seringkali digunakan dalam operasi sterilisasi pada daerah terpencil India karena kurangnya alat operasi bagus dan layak. Alat pompa ban ini digunakan untuk menggembungkan bagian perut pasien," ungkap Rout, seperti dilansir oleh Daily Mail.
Meskipun Rout yang telah melakukan 60.000 operasi sterilisasi (tubektomi) selama 10 tahun, menjelaskan bahwa alat pompa yang digunakan telah disterilkan sebelum dipakai, namun ada kemungkinan terjadi masalah dan kerusakan. terutama karena alat pompa sepeda tidak semestinya digunakan untuk menggembungkan perut manusia. Pihak berwajib di daerah tersebut saat ini tengah menyelidiki insiden tersebut dan akan melaporkannya minggu ini.
Minggu lalu, dokter yang bertanggung jawab atas meninggalnya 13 wanita di Chhattisgarh akibat peralatan yang berkarat dan tidak layak akan segera diperiksa oleh pihak berwajib. Dokter bernama R.K Gupta itu diketahui melakukan 83 operasi tubektomi dalam waktu tiga jam saja. Setelah menjalani operasi, kebanyakan wanita merasa sakit dan beberapa mengalami keracunan hingga meninggal akibat obat yang terkontaminasi dan alat yang berkarat.* Uma – kisuta.com


