Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Akibat Pemanasan Global

Indonesia, Salah Satu Negara yang Diprediksi akan Tenggelam

Selasa, 9 Desember 2014

PEMANASAN global dan perubahan iklim membuat perubahan pada bumi. Perubahan yang paling terasa adalah, permukaan air laut naik sekitar 1-3 mm pertahun sejak abad ke-20. Hingga sekarang permukaan air laut naik lebih dari 1.200 meter.

Naiknya permukaan air laut menyebabkan banjir sering terjadi di daerah pesisir pantai. Kondisi ini merupakan bencana bagi pulau-pulau kecil, karena ini awal dari berakhirnya keberadaan mereka di muka bumi.

Dikutip dari Liputan6.com, dampak dari naiknya permukaan air laut, enam negara kepulauan terancam tenggelam dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya adalah, negara Indonesia. Sedangkan negara lainnya, yaitu Kiribati, Maladewa, Ghoramara, Shishmaref, dan Tuvalu.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat terancam dengan naiknya permukaan laut. Menurut Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, akibat naiknya permukaan laut, sejak tahun 2005 Indonesia sudah kehilangan setidaknya 24 dari 17.504 pulau-pulau. Jika tak ada perbaikan lingkungan, diperkirakan hingga tahun 2030, Indonesia akan kehilangan sekitar dua ribu pulau. Saat ini pulau yang terancam tenggelam di antaranya adalah ratusan pulau kecil di perairan Maluku, Pulau Batu Beranting, Nipa, Putri dan Pelampong di daerah Batam, dan pulau cantik, Samalona, di pantai selatan Sulawesi Barat pun diperkirakan akan menghilang tahun 2020.

Sementara itu, negara yang pertama yang diprediksi akan tenggelam, adalah Negara Kiribati yang terletak di Oceania, Samudera Pasifik. Sekitar 105 ribu orang penduduk dari 33 pulau kecil di sana sudah mengungsi karena mulai tenggelam. Presiden Kiribati, Anote Tong sempat membeli lahan di Kepulauan Fiji untuk mengungsi. Tapi karena sama-sama terletak di Samudera Pasifik yang juga berisiko tinggi tenggelam, Presiden Tong akhirnya meminta bantuan Selandia Baru sebagai tempat pengungsian.

Selanjutnya adalah, negara kepulauan yang sangat terkenal di kalangan wisatawan, yaitu Maladewa. Negara kepulauan yang terletak di sebelah barat daya Srilanka, Samudera Hindia ini, memang mempunyai permukaan tanah yang sangat rendah, rata-rata 1,5 meter di atas permukaan laut. Saat ini di negara super indah ini, sudah sekitar 1.900 pulau kecil dan pulau karangnya terendam. Menghadapi kemungkinan negaranya akan tenggelam, Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed berencana memindahkan negara dan 350 ribu warganya ke Australia.

Ancaman akan tenggelam juga dialami Negara Tuvalu. Bahkan sejak sepuluh tahun lalu, pemerintah Tuvalu sudah meminta bantuan Australia untuk mengungsikan 12 ribu penduduknya ke sana. Titik tertinggi di negara mungil ini hanya sekitar 4,5 meter. Pulau-pulau besar di sana terendam air hingga setengahnya, dan pulau-pulau kecil tenggelam. Bukan tidak mungkin lima puluh tahun lagi, Tuvalu tinggallah sebuah nama.

Dua negara berikutnya adalah Ghoramara yang terletak di Selatan India. Naiknya permukaan air laut secara global ditambah es di pegunungan Himalaya yang makin banyak mencair, membuat permukaan air di daerah teluk Bengal naik drastis setiap tahunnya. Sejak tahun 1969, pulau ini telah mulai tenggelam dan mencapai dua pertiganya di tahun 2006. Hingga sekarang sudah lebih dari tujuh ribu penduduk diungsikan.

Sedangkan Negara Shishmaref , diperkirakan akan tenggelam karena setiap tahunnya kehilangan rata-rata 3,3 meter daratan. Daratan di pesisir Shishmaref menghilang tersapu ombak dan permukaan air laut yang semakin naik. Perubahan iklim di sana juga menyebabkan badai makin dahsyat sehingga menimbulkan erosi yang memakan daratan hingga sekitar 38 meter. Meski sudah dibangun tembok untuk menahan air laut, daerah ini tetap kehilangan daratan setiap tahunnya. Alhasil sekitar 600 penduduk di sana terancam hidupnya dan kebanyakan harus mengungsi. Saat ini dari 213 desa di Alaska, lebih dari 80 persen rusak karena masalah yang sama.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya