Jangan Takut, Mengonsumsi Telur tak akan Bisul
DI masyarakat beredar anggapan, telur bisa menyebabkan bisul jika terlalu banyak dikonsumsi. Tak heran jika banyak orangtua melarang anaknya menyukai telur, karena khawatir akan mengalami bisul.
Apakah benar bisul sebagai bentuk alergi telur akibat terlalu banyak makan telur? Dikutip dari buku karangan Nutrifood Research Center, Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan, gejala alergi putih telur yang umum adalah sakit kepala, mual, dan ruam-ruam kemerahan di kulit, bukan bisul-bisul. Selain itu, tidak ada penelitian yang menghubungkan bisul dengan konsumsi telur.
Tidak ada hubungan langsung antara bisul dan konsumsi telur. Setiap orang, termasuk orang sehat, dapat mengalami bisul, tergantung dari risiko yang dimiliki.
Bisul sebenarnya adalah peradangan pada kulit yang terlokasi, biasanya terjadi di folikel rambut. Nanah yang muncul adalah hasil “pertempuran” sel darah putih dengan bakteri penyebab bisul.
Kebanyakan bisul disebabkan Staphylococcus aureus, jenis bakteri yang umum ditemukan di kulit dan bagian dalam hidung. Bisul kadang berkembang di bagian kulit yang terluka atau digigit serangga, yang menjadi jalan masuk bakteri.
Bisul biasanya muncul jika seseorang melakukan kontak langsung dengan kulit yang mengalami infeksi Staphylococcus aureus, mempunyai masalah dengan kekebalan tubuh, mempunyai masalah kulit seperti jerawat dan eksim, serta pasien diabetes yang menyebabkan tubuh sulit melawan infeksi termasuk infeksu kulit.
Setelah mengetahui bahwa telur bukan penyebab bisul, mulai sekarang Anda jangan takut mengonsumsi telur.* Uma – kisuta.com


