Wanita Simpanannya Itu Melahirkan Bayi Kembar Beda Ayah
BAYI kembar biasanya mempunyai kesamaan, tak hanya pada fisik tapi juga tingkah laku. Bahkan, bayi kembar sering sulit dibedakan secara fisik, karena memiliki kemiripan satu sama lainnya.
Namun tidak demikian halnya dengan sepasang bayi kembar asal Kota Yiwu di Provinsi Zhejiang, China. Selain beda secara fisik dan tingkah laku, bayi kembar ini pun berbeda ayah. Bingung?
Dilansir Chinadaily.com.cn seperti dikuti Vemale.com, sepasang bayi kembar yang terlahir dari rahim seorang ibu diketahui mempunyai ayah berbeda. Meski berada dalam satu masa kandungan, bayi kembar ini menjadi saudara tiri karena ayah mereka berbeda.
Kejadian langka ini berawal dari kecurigaan Zhou Gang terhadap bayi kembarnya. Zhou melihat, meskipun kembar, namun fisik bayinya sangat tidak identik. Bayi kembar yang lahir pertama memiliki kelopak mata ganda dan tidak seperti ras mongoloid, kulitnya pun berbeda. Sedangkan bayi kembar yang terakhir memiliki wajah seperti Zhou.
Untuk menghapus kecurigaannya, tahun 2014 lalu, Zhou melakukan uji deoxyribo nucleic acid atau biasa disebut uji DNA. Dari uji ini, 99 persen dinyatakan bahwa bayi kembarnya memiliki ayah berbeda. Artinya, sang ibu mengandung dua bayi dalam waktu bersamaan dari hasil hubungan dengan dua pria berbeda.
Tentu saja hasil uji DNA ini membuat Zhou syok. "Dari sekian banyak pria di dunia, mengapa ini terjadi pada saya,” ujarnya seperti diberitakan Chinadailly.com.cn.
Zhou akhirnya meminta pertanggung jawaban ibu bayi kembarnya, yang tak lain wanita simpanannya. Tak bisa mengelak dari hasil tes DNA, sang kekasih gelap mengakui bahwa pernah berselingkuh hingga berhubungan intim dengan pria lain sebelum hamil.
Tidak terima atas pengkhianatan tersebut, Zhou meninggalkan kekasih gelapnya yang telah memberinya anak kembar unik tersebut. Namun beruntung, istri yang dikhianatinya bersedia menerima kembali Zhou berserta anak kembarnya.
Sementara itu, mengomentari kasus yang terjadi pada bayi kembar Zhou tersebut, Dr. Lee dari Chengshan Apple Daily mengatakan, kasus tersebut dalam dunia medis disebut sebagai heteropaternal superfecundation. Meski mungkin terjadi, tapi sangat jarang.
Kasus semacam itu mungkin terjadi ketika wanita yang tengah berada pada masa ovulasi menghasilkan beberapa sel telur matang. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, wanita itu kemudian berhubungan intim dengan sejumlah pria berbeda. Sebab, sel telur yang sudah matang bisa bertahan di saluran falopi selama 48 jam.
Menurutnya, kasus ini cukup umum terjadi pada hewan tapi tidak diketahui seberapa wajar ini terjadi pada manusia. Hanya 1 dari 12 pasangan kembar di seluruh dunia memiliki ayah yang berbeda. Sumber lain bahkan mengatakan 1 dari 13.000, jadi ada perbedaan besar untuk rasio kemungkinannya.* Uma – kisuta.com


