Selasa, 2 Juni 2026
Unik Menarik
Aduuuh...

Banyak Remaja Putri China Jual Indung Telur demi Bisa Foya-foya

Senin, 12 Januari 2015

GEMERLAP duniawi terkadang membuat orang lupa hingga mau melakukan apapun untuk mendapatkannya, termasuk melakukan hal-hal terlarang. Di China, saat ini semakin banyak remaja putri yang berusaha memenuhi hasrat konsumtif mereka dengan menempuh banyak cara, salah satunya dengan menjual indung telur mereka.

Kaum muda China tak hanya dibanjiri oleh model-model terbaru dari fashion dunia, tetapi juga gadget terbaru setiap saat menghampiri mereka. Bagi mereka yang tak bisa mengendalikan diri, akan menjadi korban dari fashion dan gadget, sehingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.

Gaya hidup modern sudah menjadi bagian dari keseharian remaja-remaja di China dan banyak yang tidak bisa mengendalikan diri, sehingga mereka terlilit tagihan kartu kredit untuk memenuhi sahwat belanja yang demikian besar. Mereka senang foya-foya dan menghabiskan uang di mal-mal atau di tempat dugem.

Tanpa pikir panjang, mereka mencari jalan pintas yang bisa menghasilkan uang dalam waktu singkat. Menjual indung telur merupakan cara yang sedang tren di China. Para remaja putri rela menjual indung telur mereka hanya demi mendapatkan uang puluhan ribu Yen sampai ratusan ribu Yen. Dilansir CCTV News, biasanya mereka menjual indung telurnya seharga 30 ribu Yen sampai 10 ribu Yen atau setara Rp 60,8 juta sampai Rp 202,9 juta.

Biasanya, harga indung telur berdasarkan latar belakang remaja putri yang menjualnya. Di antaranya dilihat dari pendidikan, tinggi badan, dan golongan darah. Semakin berkualitas, maka semakin mahal harganya.

Untuk ukuran remaja, uang puluhan ribu sampai ratusan ribu Yen memang menggiurkan, sehingga banyak yang rela menjual indung telurnya tanpa pernah menyadari bahayanya di masa depan. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa indung telur yang tidak lengkap, membuat kemungkinan mereka hamil sangat kecil. Selain itu, mereka pun dibayangi penyakit kanker payudara.

Demi kesenangan sesaat, para remaja putri di China tersebut seolah melupakan bahaya yang mengancam di kemudian hari. Mereka pun nekad melanggar aturan soal jual beli sperma, sel telur, indung telur, dan janin yang dilarang sejak tahun 2001 di China.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya