Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Timothy Ray Brown, Orang Pertama yang Sembuh HIV/AIDS

Selasa, 13 Januari 2015

ACQUIRED Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya. Kalaupun ada obat yang diberikan kepada pasien AIDS, itu hanya untuk menghentikan atau memperlambat perkembangan virusnya.

Tak mengherankan jika penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh karena virus Human Immunodeficienty Virus (HIV) ini, sangat menakutkan.

Baru-baru ini kabar gembira datang dari Berlin. Seorang pasien HIV, Timothy Ray Brown diberitakan berhasil sembuh dari HIV setelah menerima transplantasi sel punca atau tali pusat. Brown merupakan orang pertama yang berhasil sembuh dari HIV.

Dilansir Yahoo Health, Minggu (11/1/2015), dalam esainya yang dirilis jurnal AIDS Research and Human Retroviruses, Brown mengungkapkan keberhasilan transplantasi sel punca yang menjadi tonggak baru sejarah kesehatan.

Brown menceritakan, awalnya ia menentang transplantasi sel punca yang dilakukannya pada tahun 2007. Saat itu ia berpikir tidak perlu melakukan transplantasi karena sudah dinyatakan sembuh dari leukemia dan bisa tetap menjalani pengobatan Antiretroviral atau ARV. Apalagi keberhasilan hidup pascatransplantasi sel punca hanya 50:50, sehingga Brown tak mau membahayakan hidupnya dengan menerima transplantasi.

Namun Brown yang didiagnosis HIV pada tahun 1995 ini, akhirnya berubah pikiran dan menerima transplantasi sel punca setelah divonis kembali menderita leukimia. Kekasihnya menelefon rumah sakit di dekat kampus mereka dan menghubungi Dr. Gero Huetter.

Dr. Huetter memberikan tiga ronde kemoterapi untuk Brown. Ia juga mencari sel punca yang cocok, jaga-jaga jika Brown membutuhkannya. "Banyak pasien yang tidak punya kecocokan, sedangkan saya memiliki 267 kecocokan," tulis Brown.

Karena banyak pilihan, Dr.Huetter mencari yang mutasi sel yang spesifik, dinamakan CCR5 Delta 32, yang kemudian dikenal akan membuat seseorang akan imun terhadap infeksi HIV. Setelah 60 pendonor, akhirnya Dr. Huetter menemukan mutasi yang cocok.

Setelah transplantasi, Brown menghentikan pengobatan ARV dan setelah tiga bulan, hasil tes darah membuktikan bahwa ia tidak lagi mengidap HIV. Saat ini, 20 tahun setelah didiagnosis mengidap HIV, Brown yang mempunyai sebutan “Pasien Berlin”, sudah dapat bekerja dan berolah raga.

Brown mendedikasikan hidupnya untuk penelitian. Ia mendirikan Timothy Ray Foundation, yang merupakan bagian dari World AIDS Institute pada 2012, dan ia terus bekerja bersama ilmuwan untuk meneliti HIV. Ia bertekad, tak akan berhenti hingga HIV dapat disembuhkan.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya