Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Penemuan Trio Mahasiswi UMY

Kulit Buah Naga Bisa Membantu Pengobatan Penderita HIV/AIDS

Jumat, 16 Januari 2015

BAGIAN dari buah naga yang biasa digunakan untuk pengobatan adalah bagian daging buahnya. Namun ternyata, kulit buah naga merah juga mempunyai manfaat pengobatan. Hebatnya lagi, kulit buah naga merah bisa menghasilkan zat imun untuk penderita Human Immunodeficienty Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Diberitakan Republika.co.id, manfaat kulit buah naga untuk pengobatan ini ditemukan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Mereka melakukan penelitian terhadap kulit buah naga dan menemukan zat imun untuk penderita HIV/AIDS pada buah yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah.

Annisa Fitriani, Yunita Dwi Setyawati, dan Intan Hanifah telah menemukan khasiat tersembunyi dari kulit buah naga yang biasanya dibuang begitu saja. Selama ini, hanya daging buahnya saja yang dimanfaatkan.

Menurut Annisa Fitriani yang ditemui di kampusnya, Rabu (14/1/2014), dirinya bersama dua temannya tertarik untuk meneliti khasiat kulit buah naga, setelah membaca jurnal tentang HIV/AIDS dan pengobatn herbal. Dari sana, mereka tertarik meneliti kulit buah naga untuk mendukung pengobatan penyakit tersebut.

Setelah melewati proses penelitian, mereka menyimpulkan, ternyata kulit buah naga merah jauh lebih bermanfaat dari pada daging buahnya. Kandungan positif yang ada pada kulit buah naga merah lebih banyak dibandingkan daging buahnya. Kulit buah naga merah mengandung efek anti oksidan, anti bakteri, anti virus, dan anti mikroba yang cukup tinggi.

"Penderitaa HIV/AIDS membutuhkan zat-zat itu untuk meningkatkan sistem imunnya," ujar Annisa.

Untuk digunakan sebagai obat, kulit buah naga sulit dikonsumsi secara langsung. Untuk memudahkan mengonsumsinya, tiga sekawan ini mengolah kulit buah naga menjadi teh. Cara ini tetap memungkinkan penderita HIV/AIDS untuk mengonsumsi sari kulit buah naga.

Annisa mengungkapkan, dipilihnya produk berbentuk teh karena masyarakat Indonesia gemar minum teh, sehingga kulit buah naga yang dikeringkan dan kemudian dibuat menjadi teh, dipastikan akan banyak yang suka.

Dari hasil penelitian tiga sekawan ini, diketahui bahwa jika teh kulit buah naga merah dikonsumsi secara teratur, bisa meningkatkan sistem imun pada penderita HIV/AIDS. Seperti diketahui, virus HIV/AIDS menyerah kekebalan tubuh penderitanya, sehingga sistem imunnya semakin lemah.

“Dengan terapi teh kulit buah naga, maka sistem imunnya dapat ditingkatkan. Teh kulit buah naga ini bisa menghambat aktivitas bakteri, virus, dan kuman yang ada dalam tubuh penderita HIV/AIDS,” ungkap Annisa.

Terapi teh kulit buah naga bisa menjadi pelengkap pengobatan pengobatan Antiretroviral atau ARV, namun masih membutuhkan penelitian lebih jauh terkait hal itu. Ini juga terkait scientifikasi teh itu sendiri ke depannya.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya