Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Ben Pasternak

Ciptakan Game iPhone, Remaja 15 Tahun Ini Jadi Rebutan Raksasa Teknologi Dunia

Kamis, 29 Januari 2015

SEORANG remaja asal Australia berhasil membuat raksasa teknologi seperti Google, Facebook dan Yahoo bersaing memperebutkannya. Berkat game iPhone ciptaannya, remaja benama Ben Pasternak ini, sekarang sedang diburu untuk para raksasa teknologi untuk bergabung di usaha mereka.

Diberitakan Mashable, Immpossible Rush, game iPhone ciptaan Ben saat berusia 15 tahun dan temannya dari Chicago bernama Austin Valleskey, telah berhasil menaikkan statistik App Store ke tingkat yang lebih tinggi. Hanya dalam waktu enam minggu sejak diluncurkan pada Oktober 2014, game ini telah di-download 500 ribu kali.

Saat ini statistik App Store mampu melampaui Vine, Google, dan Twittter. Game buatan remaja asal Eastern Suburbs Sydney, Australia ini membuat ketagihan hingga jumlah yang men-downlood game ini membengkak.

Impossible Rush sebenarnya dibuat tanpa sengaja oleh Ben dan temannya. Game ini dibuatnya saat bosan dengan pelajaran sekolah. Game ini tidak diciptakan secara khusus, tetapi di sela-sela waktu luang kedua remaja itu.

Berkat game-nya itu, saat ini Ben sedang memenuhi undangan para raksasa teknologi yang berpusat di Amerika Serikat. Departemen Magang Facebook telah mengundang Pasternak untuk melihat-lihat markas perusahaan tersebut di California. Tak cuma Facebook, perusahaan mesin pencari, Google pun kepincut. Wakil Presiden Pencarian Google, Yossi Matais secara khusus mengundang Ben berkunjung ke kampus perusahaan yang berbasis di Menlo Park, California itu.

Di markas perusahaan teknologi dunia, Silicon Valley, Ben menghadiri even kompetisi aplikasi remaja, Hack Generation Y (hackathon). Ajang itu merupakan kompetisi menciptakan game dalam waktu 36 jam. Ben merupakan satu dari 20 anak muda dari luar Amerika yang mendapat undangan khusus.

Ketua penyelenggara hackathon yang juga putra Yossi, Michael Matais, mengatakan Pasternak terlihat lebih menonjol dari yang lainnya selama proses pendaftaran. Terutama dengan karya yang sudah diselesaikannya berupa aplikasi agregator media sosial bernama One.

Menyadari jadi incaran perusahaan teknologi dunia, Ben tak sombong. "Motivasi terbesar saya adalah bisa melihat kehidupan orang lain sedikit lebih mudah dan menyenangkan dengan aplikasi yang saya buat. Tidak ada perasaan yang membahagiakan selain melihat orang mengambil manfaat dari kreasi Anda," katanya.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya