Hati-hati, Posisi Menunduk Saat Gunakan Ponsel Bisa Sebabkan Text Neck Syndrome
PENGGUNAAN handphone atau telepon genggam sudah menjadi gaya hidup masyarakat dunia. Hampir di setiap tempat, kita akan menemukan orang-orang yang sibuk dengan handphonenya dan tidak perduli dengan kondisi sekitarnya.
Hampir di setiap tempat, kita akan melihat orang menundukkan kepalanya, asyik memainkan handphone atau piranti komunikasi canggih lainnya. Mereka bisa bertahan dengan kondisi kepala tertunduk ini sampai berjam-jam.
Tahukan Anda, tanpa disadari kebiasaan menunduk saat memainkan handphone atau piranti komunikasi canggih lainnya ini, bisa menimbulkan text neck syndrome atau cedera leher. Dalam istilah medis, text neck syndrome dikenal dengan istilah anterior head syndrome.
Dikutip dari KlikDokter.com, text neck syndrome dipopulerkan dr. Dean L. Fishman. Istilah ini muncul terkait dengan kebiasaan masyarakat modern saat ini yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan handphone maupun piranti komunikasi canggih lainnya, sehingga mereka kecanduan.
Text neck syndrome mengacu pada sindrom berlebihan atau cedera stres yang berulang. Sindrom ini muncul jika seseorang berada pada postur tubuh melihat ke bawah atau mengarahkan kepala ke depan bawah untuk melihat piranti komunikasi dalam jangka waktu lama. Posisi seperti ini menyebabkan nyeri di bahu, nyeri di leher, dan sakit kepala kronis yang berlangsung lama. Hal itu terjadi karena semakin leher dijulurkan ke arah depan, maka semakin berat beban yang harus diterima leher.
Dokter. Tan Kian Hian, Konsultan Senior di Departemen Anestesiologi dan Direktur Central Disease, Rumah Sakit Umum Singapura (SGH), anggota kelompok SingHealth, menjelaskan, posisi melihat gadget dengan kepala menjulur ke depan, terjadi tekanan pada beberapa otot leher dan pundak, sehingga menimbulkan sakit kepala. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka akan mengakibatkan kerusakan permanen lebih parah.
Jika tidak diobati, text neck syndrome dapat menyebabkan peradangan pada otot-otot leher, ligamen dan saraf, kerusakan permanen, serta peningkatan kelengkungan pada tulang belakang. Dr Tan menambahkan: "Ini sangat lazim di generasi baru orang dewasa muda yang terus-menerus 'terhubung' ke perangkat mobile mereka, bahkan sambil berjalan".
Untuk mengurangi rasa sakit otot dan ketidaknyamanan sebelum kondisinya semakin parah, Dr. Tan menyarankan, sebaiknya penderita text neck syndrome membuat beberapa perubahan pada postur harian dan gaya hidup.
Menurut Dr. Tan, sebaiknya memberikan kesempatan untuk tubuh beristirahat dari segala kegiatan yang terkait teknologi ataupun semua piranti komunikasi canggih. Kalaupun tetap menggunakannya, ketika menggunakannya, sebaiknya istirahat setiap 15 menit dengan melihat ke atas dan menggerakan leher kembali ke posisi netral. Atau, pegang ponsel lebih tinggi sehingga sesuai dengan mata dan otot-otot leher Anda tidak terlalu tegang.* Uma – kisuta.com


