Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

"Sedotan Ajaib", Air Comberan pun Bisa Langsung Diminum

Rabu, 22 April 2015

KISUTA.com - Inilah penemuan hebat itu. Dr. Pranoto, dosen jurusan kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, berhasil menciptakan sebuah alat penyaring air dengan cara disedot yang diberi nama "Sedotan Ajaib".

Kinerja penyaring ini memang ajaib. Sedotan berbentuk tabung sepanjang 25 centimeter dan diameter 3 cm itu, memiliki kemampuan puncak menyaring air yang tercemar logam berat dan bakteri colli. Air dalam kondisi apapun, setelah melewati "Sedotan Ajaib" akan netral menjadi air yang aman diminum.

Dikabarkan PR Online, Kamis dua pekan lalu, Dr. Pranoto menunjukkan kepada wartawan kemampuan "Sedotan Ajaib" ciptaannya di kolam kampus yang airnya sangat keruh.

Sambil mencebur ke kolam, sang dosen itu pun menyedot langsung air kolam dan meminumnya. Dia juga menunjukkan air di dalam gelas yang semula keruh setelah disedot berubah menjadi jernih.

"Rasa dan bau air yang telah difiltrasi menjadi seperti air minum biasa. Karena, selain berfungsi menyaring air, dalam sedotan ajaib juga ada komponen yang menetralisir bau," jelasnya.

Sedotan ajaib yang sudah berlabel merk "HP Filter" -- singkatan dari Hendro Pranoto Filter -- itu, secara teknis pembuatan dan kandungan komponen kimianya sama dengan penyaring air "Prans Water Filter".

Perbedaannya hanya pada skalanya, Sedotan Ajaib jauh lebih kecil dan simpel dibanding Prans Water Filter.

"Di dalam tabung sedotan ajaib, selain bahan kimia utama tanah liat alofan, juga ada arang aktif dan penyaring alami, di antaranya ijuk. Komponan-komponan itu secara kimiawi berfungsi memecah elektrolik, menyaring logam berat maupun bakteri colli dan menghilangkan bau," ujarnya.

Alat kecil Sedotan Ajaib tersebut, berdasarkan hasil penelitian Pranoto, memiliki kemampuan maksimal menetralisir 1.000 liter air dengan cemaran berat.

Dia bersama rekan setimnya, Hendro, telah meneliti kemampuan efektif tersebut dan mengujinya di laboratorium. Bahkan, secara ekstrem dia menyebut, air toilet atau air comberan pun melalui Sedotan Ajaib itu dapat dinetralisir menjadi air minum sesuai baku mutu.

"Yang menetralisir air itu absorben alami dari lempung ajaib yang terdapat di daerah vulkanik atau gunung berapi. Berdasarkan penelitian, kualitas lempung tertinggi berada di Gunung Papandayan Jabar dan Gunung Arjuna Jatim. Selain itu ada juga di Gunung Galunggung, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing," sambungnya.

Menurut perhitungan Dr. Pranoto, biaya produksi sebuah Sedotan Ajaib relatif tinggi, yakni sekira Rp 100.000 per buah. Namun, berdasarkan fungsinya yang dapat menyaring logam berat, menghilangkan pencemar zat organik maupun anorganik dan bakteri colli, alat praktis itu dapat digunakan anggota TNI dalam tugas tanpa bekal air minum.

Bagi masyarakat yang tidak mampu, dia menganjurkan membuat alat itu dengan bahan yang murah, seperti menggunakan tabung bambu dan dia bersedia mengajarkan cara pembuatan yang tidak perlu biaya mahal.

Dia menambahkan, saat terjadi krisis air bersih yang diramalkan bakal melanda dunia tahun 2020, alat seperti Prans Water Filter dan Sedotan Ajaib akan sangat dibutuhkan.

Sekarang ini, teknologi hasil penelitian temuan Dr. Pranoto sedang dipatenkan dan sudah ada perusahaan swasta yang ingin memproduksi massal.* das - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya