Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Mahabharata

Mahasenapati Durna

Selasa, 28 April 2015

KISUTA.com - Duryudana dan Karna berunding untuk menentukan siapa yang akan memimpin bala tentara Kurawa.

Kata Karna: "Setap raja atau kesatria yang tergabung dalam bala tentara Kurawa pantas diangkat menjadi mahasenapati. Mereka memiliki kesaktian, kecakapan, ketangkasan, kewibawaan, keagungan, dan kebijaksanaan yang seimbang. Tetapi kita tidak bisa mengangkat mereka semua menjadi mahasenapati. Jika memilih salah satu dari mereka, yang lain mungkin akan merasa sakit hati dan membuat kekacauan. Yang akan kita peroleh justru masalah. Karena itu, menurutku sebaiknya kita angkat Durna, guru semua pangeran dan kesatria yang tergabung dalam pasukan Kurawa, sebagai mahasenapati. Dialah yang paling pantas untuk memimpin pasukan kita. Tidak ada yang bisa menandinginya dalam hal kemampuan memimpin pasukan. Oleh karena itu, sebaiknya Durna kita angkat sebagai mahasenapati."

Duryudana sepakat bahwa pilihan itu adalah langkah yang terbaik. Maka, Durna pun dinobatkan menjadi mahasenapati.

Duryudana menghadap Durna dan di hadapan para raja dan kesatria, ia menghaturkan hormat dan berkata: "Mahaguru yang kami hormati, engkau adalah orang yang tidak ada tandingannya dalam hal kewibawaan, keturunan, kecakapan, kebijaksanaan, keagungan, usia, dan ilmu pengetahuan. Kami mohon Guru berkenan menjadi mahasenapati pasukan kita. Di bawah pimpinanmu, kita pasti menang."

Semua yang hadir menyambut keputusan Duryudana dengan gembira. Sambutan yang baik ini menyenangkan hati Duryudana.

Demikianlah, Durna diangkat menjadi mahasenapati dengan upacara yang meriah. Gegap gempita upacara penobatan itu membuat para Kurawa merasa seolah-olah sudah mengalahkan musuh. Penobatan Durna membangkitkan kembali semangat dan keyakinan pasukan Kurawa.

Durna mengatur pasukan Kurawa dalam formasi bola. Karna yang selama ini memilih tidak mengangkat senjata sekarang terlihat bergerak dengan kereta kudanya yang tampak gagah. Kehadiran Karna membesarkan dan menggembirakan hati pasukan Kurawa. Banyak yang berkata bahwa Bhisma tidak mau membunuh para Pandawa dan karena itu tidak bertempur dengan sepenuh hati. Sekarang, dengan kehadiran Karna mereka amat yakin bisa mengalahkan Pandawa.

Durna memimpin pasukan Kurawa selama lima hari. Meskipun sudah berumur, dengan tangkas ia bergerak ke sana ke mari dan memperlihatkan kekuatan yang tidak kalah dengan para kesatria muda. Ia memimpin sendiri pasukannya dalam perang yang sangat sengit melawan Pandawa. Ia menghadapi Satyaki, Bima, Arjuna, Dristadyumna, Abimanyu, Drupada, dan Kasiraja. Beberpa kali ia mengalahkan mereka satu per satu. Selama lima hari sebagai mahasenapati, dia banyak menciptakan kesulitan dan masalah bagi pasukan Pandawa.* C. Rajagopalachari/"Kitab Mahabharata" - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya