Gendeng Permoni, Demit Setra Gandamayit
KISUTA.com - Syahdan di Tlatah Hutan Setra Gandamayit, tersebutlah seorang dara jelita yang sedang bertapa khusuk. Dara ini bernama Dewi Permoni, dengan kecantikannya yang luarbiasa, Permoni bertapa untuk memenuhi hasratnya berjodoh dengan dewa di Surgaloka. Permoni memiliki ambisi yang sangat tinggi. Dia tidak ingin berjodoh dengan manusia biasa, kecantikannya hanya layak berdampingan dengan dewata. Karena itulah dia gentur bertapa untuk mencapai tujuannya.
Sementara itu di Kahyangan Argo Dumilah, Batara Guru tak henti-hentinya menyesali diri karena kutukannya telah menjadikan istrinya sebagai raseksi yang mengerikan. Ketika cahaya permintaan Permoni menembus teleng Batara Guru, timbullah gagasan untuk jalan keluar masalahnya. Batara Guru segera menghentikan tangisan pilu Batari Uma, dan mengajaknya menemui Dewi Permoni di Setra Gandamayit.
Batara Guru: Permoni, bangunlah...aku sudah waskita terhadap permintaanmu..aku akan penuhi keinginanmu.
(Permoni menyembah Batara Guru dan melirik dengan sinis raseksi bertampang jelek yang berdiri di samping Batara Guru)
Permoni: Terima kasih pukulun...namun siapakah raseksi jelek ini...
Batara Guru: Jangan kurang ajar Permoni, ini Batari Uma istriku...ada kejadian yang tidak terduga, hingga kutukanku membuat kecantikan Batari Uma sirna, berganti wajah raseksi seperti ini...karena itu, dengarlah dengan seksama...jika engkau ingin menjadi istri dewata...ragamu akan aku tukar dengan raga istriku, sehingga secara ragawi engkau menjadi istriku...namun secara jiwani, sukmamu akan menghuni raga istriku yang seperti raseksi ini, dan tetap akan aku jodohkan dengan Dewata, yaitu anakku Batara Kala...bagaimana Permoni?
Permoni (merenung sejenak): Pukulun...tawaran ini berat, dan kurang menarik, namun...Jagat ora mung sagodhong kelor, kareben nggremet waton slamet... dunia ini tidak hanya selebar daun kelor, tetapi sangat luas. Cita-citaku harus tercapai, walau tidak pas tetapi dengan kesabaran tentu sampai juga.
Setelah ada kesanggupan dari Dewi Permoni, maka Dewi Permoni duduk berhadap-hadapan dengan Dewi Uma, kemudian keduanya saling bertukar sukma. Padahal dewi Uma yang berwajah raseksi itu dalam keadaan hamil. Mereka telah bertukar sukma. Dewi Uma, menempati raga baru, raga Dewi Permoni yang cantik. Sedangkan Dewi Permoni menempati raga baru pula, seorang raseksi yang menakutkan, lagi pula sedang hamil. Dewi Permoni kemudian dikawinkan dengan Batara Kala.
Setelah dikawinkan dengan Batara Kala, Dewi Permoni mendapat gelar Batari Durga dan menjadi ratu di Setragandamayit. Sedangkan anak yang dikandungnya, setelah lahir menjadi anak Batari Durga dengan Batara Kala, anak inilah yang bernama Dewasrani. Bagi Batara Kala, anak ini juga merupakan adiknya,karena ayah kandung bayi adalah Batara Guru.
Sejak merajai Setra Gandamayit dengan suaminya Batara Kala, Dewi Permoni yang disebut juga Gendeng Permoni menjadi tokoh demit dan setan Marakayangan yang kejam, menyebar kejahatan dan nafsu angkara, menjadi sesembahan mereka yang mengagulkan dunia sihir, tenung, maksiat dan angkara murka.*
Ira Sumarah Hartati Kusumastuti - kisuta.com


