Rabu, 3 Juni 2026
Wisata & Sejarah

NASA Memprediksi Bumi akan “Terbakar” pada 2100

Rabu, 17 Juni 2015

KISUTA.com - Lapisan karbondioksida di atmosfir bumi yang terus meningkat setiap tahunnya, menjadi masalah serius bagi bumi dan tentunya umat manusia. Apabila sejak dini tidak segera dikendalikan, maka bumi akan semakin panas.

Kondisi bumi yang semakin memanas telah diprediksi oleh Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA). Menurut prediksi NASA, bumi akan mengalami perubahan iklim besar-besaran dalam waktu 85 tahun lagi, tepatnya di tahun 2100. Dari dataset yang dirilis NASA, terlihat hampir semua wilayah di berbagai belahan bumi berwarna merah. Artinya, iklim yang terjadi di wilayah tersebut akan berubah drastis menjadi memanas. Tak hanya “terbakar”, bumi juga akan mengalami beberapa fenomena alam sebagai dampak dari perubahan iklim, seperti banjir, kemarau, dan kekeringan di beberapa wilayah.

Dilansir Mirror, Rabu (17/6/2015), para ilmuwan yang meneliti mengatakan, fenomena tersebut disebabkan oleh lapisan karbondioksida di atmosfir bumi yang meningkat. Pada tahun 2100 diperkirakan lapisan karbondioksida mencapai angka tertinggi, taitu 935 ppm (parts per million). Sebagai gambaran, saat ini lapisan karbondioksida berada di angka 400 ppm.

Apabila lapisan karbondioksida sudah mencapai 935 ppm, maka sebagian besar wilayah bumi akan mengalami perubahan iklim drastis dan akan menjadi sangat panas. Bahkan nantinya di wilayah Afrika, India dan Amerika Selatan, temperatur hariannya bisa mencapai angka 45 derajat Celcius.

Chief Scientist NASA, Ellen Stofan mengatakan, penelitian NASA tentang perubahan iklim yang terjadi di bumi, bertujuan untuk mengetahui penyebabnya. Selain itu, NASA pun akan mempersiapkan terobosan baru untuk menolong umat manusia apabila phenomena tersebut terjadi di masa depan.

Dari penelitian yang dilakukan, NASA membuat peta perubahan iklim yang akan terjadi, sehingga dapat diketahui wilayah mana saja yang mengalami perubahan iklim secara drastis, termasuk memperlihatkan wilayah curah hujan yang bisa berubah-ubah pada beberapa dekake ke depan. Dataset global yang lengkap tersebut, memungkinkan umat manusia bisa mempersiapkan rencana untuk menghadapi perubahan iklim tersebut.

Saat ini, NASA telah menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah negara untuk membuat rencana kontijensi agar dapat mengantisipasi hal ini terjadi di masa depan. Bagaimana? Apakah Anda akan ikut berpartsisipasi mencegah perubahan iklim drastic yang diprediksi akan dialami bumi? Mulailah dari hal kecil dan dimulai dari diri sendiri.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya