Selasa, 2 Juni 2026
Unik Menarik

Makmurnya Pengemis di Dubai, Tinggalnya pun di Hotel Bintang Lima

Kamis, 25 Juni 2015

KISUTA.com - DI antara tujuh emirat yang ada di Uni Emirat Arab, Dubai merupakan emirat paling maju. Didukung aktivitas bisnis yang sangat maju, kehidupan di Dubai sangat mewah.

Pendapatan per kapita penduduk Dubai cukup tinggi, mencapai USD47 ribu atau sekitar Rp 433 juta setahun. Tak heran jika gaya hidup sebagian penduduk Dubai sangat glamour. Apalagi di Dubai banyak orang kaya Arab, sehingga kehidupan di emirat ini benar-benar mewah. Bangunan-bangunan pencakar langit, pusat perbelanjaan mewah, hotel-hotel mewah, super car keluaran terbaru, dan segala kemewahan dunia ada di Dubai.

Kemewahan Dubai ternyata tak hanya menarik orang kaya Arab dan para pebisnis untuk tinggal di Dubai. Ternyata, pengemis pun menjadikan Dubai sebagai sasaran menjual kesedihan. Para pengemis ini bukanlah penduduk asli Dubai, mereka merupakan warga negara asing yang masuk ke Dubai menggunakan visa bisnis.

Dubai telah menjadi surga bagi pengemis, karena dari menjual kesedihan, mereka bisa meraup uang banyak dari orang-orang kaya Dubai. Dan yang membuat Anda geleng-geleng kepala, para pengemis ini tidak tinggal di emper-emper toko, di bangku-bangku taman, atau menggelandang tak punya tempat berteduh, mereka tinggal di hotel-hotel bintang lima yang ada di Dubai.

Saat tidak beroperasi, para pengemis ini benar-benar bergelimang kemewahan Dilansir Emirates247, Minggu (21/6/2015), Kepolisian Dubai telah mengendus aksi para pengemis tersebut. Saat ini, Kepolisian Dubai sedang gencar memburu pengemis internasional yang menjadikan Dubai sebagai sasaran aksinya. Ya, puluhan pengemis internasional yang dalam aksinya sanggup meraup banyak uang, ditemukan hidup mewah di Dubai.

Kepolisian Dubai berhasil menangkap 70 pengemis internasional saat sedang bersantai di hotel-hotel mewah Dubai. Pengemis yang semuanya warga negara asing tersebut, ditangkap saat menginap di hotel-hotel bintang lima. Mereka menggunakan uang hasil mengemis untuk bersenang-senang layaknya pebisnis.

Kepala Divisi Satuan Pengaman Pariwisata Dubai, Kolonel Mohammaed Rashid Al Muhairi, membenarkan bahwa Dubai menjadi sasaran operasi pengemis internasional. Ia pun mengakui bahwa para pengemis tersebut mendapatkan banyak uang dari aksinya tersebut.

Kolonel Mohammaed Rashid Al Muhairi mencontohkan seorang wanita pengemis asal Arab Saudi yang berhasil ditangkap. Wanita tersebut tinggal di hotel mewah di pusat kota Dubai bersama empat orang anaknya yang masih balita. Saat ditangkap, dari tangganya disita uang hasil mengemis sekitar 13.000 Dirham atau setara Rp 47 juta. “Mereka mendapat uang lumayan besar bila sudah tinggal berbulan-bulan,” katanya.

Para pengemis masuk ke Dubai menggunakan visa bisnis. Beberapa orang pengemis bekerja secara berkelompok, mereka membagi tugas dan membagi wilayah, sehingga uang yang mereka dapatkan lebih banyak lagi. Kelompok pengemis ini mempunyai stok pakaian yang disesuaikan dengan kondisi saat mengemis dan tempat mengemis. Mereka benar-benar profesioanal, sehingga korbannya pun termakan akting mereka.

"Ada yang beroperasi di masjid, di mal, atau di jalanan. Mereka memakai pakaian compang-camping," kata Muhairi.

Usai mengemis, mereka tidak menggelandang di jalan-jalan tetapi “pulang” ke hotel yang menjadi rumah mereka selama di Dubai. Para pengemis biasanya menyewa dengan sistem harian, karena cara ini dianggap lebih mudah dan menguntungkan mereka saat harus “melarikan” diri dari kejaran petugas.

Aksi mereka benar-benar professional sehingga pengunjung hotel pun tak akan mengenali mereka sebagai pengemis yang mereka beri uang. Penampilan para pengemis ini benar-benar berbeda saat beraksi dan saat menjadi tamu hotel mewah, ibarat bumi dan langit.* Uma – kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya